Sukses

Desa Mranggen Catatkan Stunting Tertinggi di Sukoharjo, Ini yang Dilakukan Danpusterad

Liputan6.com, Sukoharjo Komandan Pusat Teritorial Angkatan darat (Danpusterad), Letnan Jenderal TNI Teguh Muji Angkasa mendatangi langsung wilayah dengan angka stunting tertinggi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yakni Desa Mranggen. Danpusterad menyaakan merasa terpanggil mendatangi wilayah-wilayah yang memang angka stuntingnya tinggi guna memantau progres penanganan stunting.

Teguh menyebut mendapatkan perintah dari Kasad Jenderal Dudung Abdurachman untuk memberikan atensi kepada daerah-daerah yang memiliki angka stunting yang tinggi dan memberikan solusi penanganannya.

"Amanah langsung dari bapak Kasad melihat progres langsung penanganan stunting di Kabupaten Sukoharjo. Dan lihat penanganan berjalan baik, saya terima laporan dari 100 persen 60 di antaranya sudah tertangani dengan baik," kata Danpusterad Teguh di Desa Mranggen, Sukoharjo, Selasa (21/3/2023).

Menurutnya, di wilayah Sukoharjo berbagai upaya sudah dilakukan dari berbagai stakeholder untuk menekan angka stunting di Sukoharjo khususnya di Kecamatan Polokarto yang angkanya tertinggi. Hal tersebut harus dicegah demi untuk menciptakan generasi sehat untuk kehidupan di periode mendatang khususnya di periode emas 2045.

"Anak-anak ini yang nantinya menjadi penerus bangsa dan bersaing dengan negara kain. Kita terus melakukan upaya untuk menekan angka stunting. Seperti target yang harapkan Presiden Jokowi 2024 angka stunting turun 14%," tutur dia.

 

2 dari 2 halaman

Pemberian Vitamin Tambahan

Di sisi lain, ia mengaku bersyukur dengan upaya Forkopimda Kabupaten Sukoharjo yang bahu membahu mengatasi masalah stunting tersebut, dengan melakukan kolaborasi memberikan suplemen kepada anak-anak yang memasuki masa produktif.

Terlebih, ada upaya memberikan tablet nutrisi dan penambah darah yang diproduksi dari Kabupaten Sukoharjo, bekerja sama dengan para penguaha daerah tersebut.

"Terobosan yang dilakukan seperti terobosan demlot dari Kodim Sukoharjo bekerja sama dengan Pemda menangani stunting di wilayah ini khususnya. Secara nasional sudah tertangani dengan baik dan progresnya baik," ucap dia.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyebut bahwa langkah menekan angka stunting tidak dilakukan pada saat ini, melainkan sudah terjun juga melakukan sosialisasi ketika dirinya masih menjabat Ketua PKK di Kabupaten Sukoharjo.

"Penanganan stunting ini tidak instan, jadi dulu sebelum saya menjabat bupati, sudah kita tingkatkan dalam penanganan stunting, lokasi tertinggi Mranggen dan Wonorejo. Semoga dengan hadirnya pihak TNI AD pusat bisa membantu dalam penanganan stunting," kata Etik.

Ia mengaku bersyukur dengan adanya produksi pil sehat yang diproduksi di Kabupaten Sukoharjo bisa menjadi salah satu langkah untuk menekan stunting. Dirinya berharap anak-anak yang lahir dalam kondisi sehat dan calon ibu engantin tidak terkendala anemia, menurutnya satu penyebab stunting adalah kondisi calon pengantin yang mengalami gangguan kurang darah.

"Demlot Kodim sudah didirikan di Mranggen, kita harus berkolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri dan semua pihak. Dan pemberian vitamin neoalgae. Nanti dikembangkan di daerah lain, jadi kita lakukan dulu di sini," tutur Etik.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.