Sukses

Heboh Kabar Medan Kota Terkotor, Wali Kota Bobby Nasution: Hoaks

Liputan6.com, Medan Pemberitaan soal Medan Kota Terkotor Tahun 2022 hoaks. Penegasan ini disampaikan langsung Wali Kota Medan, Bobby Nasution, Rabu, 23 Januari 2022.

Wali Kota Bobby menyampaikan penegasan itu saat memimpin Rapat Koordinasi Persampahan Dalam Rangka Pelaksanaan Ekstensifikasi Wajib Retribusi Sampah (WRS) Untuk Peningkatan Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kota Medan di Balai Kota Medan.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum merilis terkait predikat Medan Kota Terjorok 2022. Saya tegaskan, pemberitaan yang melansir Medan Kota Terkotor 2022 hoaks," tegas Bobby.

Disebutkan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, masalah kebersihan merupakan salah satu program prioritas yang fokus ditangani Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) keluar dari predikat kota terkotor di tahun 2018.

"Camat dan lurah, selalu saya tekankan untuk menjaga kebersihan wilayahnya masing-masing," ucapnya.

Bobby juga menginstruksikan kepada Asisten Pemerintahan dan Sosial dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Medan untuk senantiasa memonitor, sehingga camat dan lurah bertanggung jawab penuh atas kebersihan wilayahnya masing-masing.

Selain itu, orang nomor satu di Pemko Medan ini berharap agar aplikasi Medan Clean Track (MCT) diaktifkan kembali. Sebab, aplikasi ini merupakan salah satu solusi efektif dalam menangani masalah persampahan di Kota Medan.

Melalui MCT, dapat diketahui keberadaan truk sampah secara real time. Juga mampu mengecek rute perjalanan armada untuk memastikan truk sampah membawa sampah-sampah hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Tolong komunikasikan dengan Dinas Kominfo Kota Medan, agar MCT diaktifkan kembali," ucapnya.

**Liputan6.com bersama BAZNAS bekerja sama membangun solidaritas dengan mengajak masyarakat Indonesia bersedekah untuk korban gempa Cianjur melalui transfer ke rekening:

1. BSI 900.0055.740 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

2. BCA 686.073.7777 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

DLH Lakukan Inovasi

Dalam rapat koordinasi ini, Bobby Nasution selanjutnya meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan agar melakukan inovasi dalam optimalisasi peningkatan WRS.

"Jika pengutipan secara manual kurang efektif, coba pengutipannya menggunakan sistem digital," sebutnya.

Agar WRS memahami pembayaran retribusi sebagai kewajiban, Kepada DLH juga diminta agar meningkatkan kualitas kebersihan.

"Jika lingkungan sudah bersih, Insya Allah masyarakat senang hati untuk membayar retribusi setiap bulan. Terus tingkat kinerja, berinovasi dan berkolaborasi dengan kewilayahan," pungkasnya.

3 dari 4 halaman

KLHK Tidak Pernah Katakan Medan Kota Terkotor

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Medan, Suryadi Panjaitan menegaskan, pemberitaan tentang Medan Kota Terkotor yang tayang di salah satu media online beberapa hari lalu hoaks.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tidak pernah mengatakan Medan Kota Terkotor. Cuma nilainya rendah, belum mencapai untuk memperoleh Adipura dan itu pun kejadiannya 2018. Coba lihat Kota Medan sekarang. Sudah luar biasa bersihnya. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan juga sudah meningkat," sebutnya.

Diterangkannya, soal Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) juga sudah jauh berubah lebih baik. Bahkan, pada Maret 2023 ini TPA sistem sanitary landfill yang dibangun dekat TPA Terjun ini selesai.

Saat ini TPA Terjun sudah menerapkan sistem controlled landfill. Sistem ini mengurangi potensi gangguan lingkungan dengan menimbun sampah memakai tanah secara periodik. Dalam operasionalnya, untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan dan kestabilan permukaan TPA, dilakukan juga perataan dan pemadatan sampah.

"Bombastis sekali pemberitaan soal Medan Kota Terkotor. Membuat opini yang tidak baik. Mestinya sama-sama kita membangun Kota Medan, kasi masukan, jangan buat opini yang tidak ada," ungkapnya.

4 dari 4 halaman

Penilaian 2018

Suryadi menerangkan, predikat kota terkotor yang merupakan persepsi itu muncul pasca penilaian KLHK Tahun 2018. Saat itu, TPA di Medan belum menerapkan sistem sanitary landfill. Dan bobot penilaian untuk penerapan sistem sanitary landfill ini cukup tinggi.

"Itu yang membuat penilaian Medan pada 2018 lalu rendah," terangnya.

Suryadi juga menegaskan, belum ada pengumuman penilaian Adipura untuk Tahun 2022. Untuk penilaian Adipura pada 2022 memang telah berjalan. Pra penilaian, dilakukan pada Juni dan September tim penilaian turun ke lapangan melakukan penilaian.

"Sampai sekarang belum ada pengumuman siapa yang dapat Adipura Kencana, Adipura, dan Sertifikat Kota Terbersih. Semasa pandemi Covid-19 tidak dilakukan penilaian Adipura," tandasnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS