Sukses

5 Pemain yang Jadi Biang Kerok Spanyol Kalah dari Maroko hingga Gagal Masuk Perempat Final Piala Dunia 2022

Liputan6.com, Jakarta - Spanyol resmi gugur di Babak 16 Besar Piala Dunia 2022 usai kalah dari Maroko di Stadion Education City, Selasa (6/12/2022). Berkat aksi heroik sang kiper Yassine Bounou, Maroko berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-0 melalui adu penalti setelah skor kacamata bertahan hingga akhir waktu tambahan.

Pada 10 menit pertama, Spanyol sebenarnya sudah berhasil menguasai pertandingan hingga mencapai 81% penguasaan bola. Sedangkan Maroko tidak terlalu banyak mendapatkan bola, tapi beberapa peluang mampu didapatkan berkat pemain sayap yang cukup gesit.

Namun, perjuangan kedua tim tidak mendapatkan hasil yang maksimal hingga skor kacamata bertahan sampai akhir pertandingan. Spanyol sempat mengharapkan keajaiban di waktu akhir injury time dengan mengganti beberapa pemain, tapi hasilnya tidak tidak maksimal dan tidak merubah hasil.

Karena skor yang tidak berubah, pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2022 antara Spanyol dan Maroko harus melalui adu penalti. Bono muncul sebagai penyelamat Maroko, menggagalkan penalti Carlos Soler dan Sergio Busquets, sementara Sarabia membentur tiang gawang pada tendangan pertamanya.

Abdelhamid Sabiri, Hakim Ziyech, dan Hakimi berhasil membobol gawang dari penjagaan kiper Spanyol Unai Simon. Tiga gol tersebut berhasil membawa Atlas Lions--julukan Maroko ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Lantas apa yang siapa saja yang sudah membuat La Roja--julukan Spanyol itu kalah dari Maroko? Berikut 5 pemain yang menjadi biak kerok hingga membuat Spanyol gugur di Babak 16 Besar.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Daftarnya

1. Marcos Llorente

Pelatih Spanyol Luis Enrique memberi kepercayaan kepada Marcos Llorente untuk memulai laga pertamanya di Piala Dunia 2022. Llorente diposisikan di sayap kanan saling berhadapan dengan Boufal. Pertarungan itu ternyata agak berat sebelah, karena orang Maroko itu membalikkannya berkali-kali selama permainan.

Bertarung selama 120 menit, Llorente menggiring bola melewati empat pemain sekaligus, dua kali salah dalam melakukan percobaan umpan silang dan kalah dalam enam enam kali duel. Ia juga kehilangan penguasaan bola sebanyak 13 kali, melakukan pelanggaran, dan gagal menciptakan peluang mencetak gol--dikutip dari laman Sportskeeda.

2. Marco Asensio

Penyerang Real Madrid Marco Asensio tetap berada di posisi sayap dalam pertandingan tadi malam melawan Maroko. Namun, tim asal Afrika terus mengawalnya dengan ketat dan mencegahnya untuk bermain tiki-taka dengan kawan setimnya, hal itu membuat Asensio tidak bisa berkutik sama sekali. Asensio juga membuang kesempatan emas untuk mencetak gol di menit ke-27.

Asensio hanya berhasil menciptakan 10 umpan akurat (akurasi 71,4%) sebelum akhirnya digantikan oleh Alvaro Morata pada menit ke-63, dia terhitung cukup sering salah menempatkan posisi dan beberapa percobaan umpan silangnya, Asensio sampai kehilangan penguasaan bola sebanyak 10 kali.

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Sergio Busquets

Dalam pertandingan melawan Maroko, Kapten Spanyol Sergio Busquets sebenarnya bermain cukup baik, terbukti dari beberapa umpannya yang cukup akurat, tapi dia tidak mengancam pertahanan Maroko. Busquets beberapa kali dicela saat kehilangan bola dan tidak memiliki kecepatan untuk mengimbangi gelandang lawan.

Lebih buruk lagi, veteran Barcelona itu terkesan tidak percaya diri saat menendang bola di titik putih. Oleh karena itu, tendangannya berhasil dijinakan oleh kiper lawan dengan melakukan diving ke kanannya.

Busquets tidak memainkan umpan kunci, dua kali salah menempatkan bola panjang, kalah dua kali dari tiga duel udara, dan 11 kali menyerahkan penguasaan bola kepada tim lawan selama pertandingan.

4. Gavi

Wonderboy Barcelona Gavi membuat sejarah dalam pertandingan, ia menjadi pemain termuda yang bermain dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2022 setelah Pele pada tahun 1958.

Sayangnya, ia gagal menandai peristiwa monumental dengan penampilan yang kurang mengesankan. Dia berjuang untuk terlibat, tapi tidak menciptakan peluang mencetak gol, dan beberapa kali kehilangan penguasaan selama pertandingan.

Selama pertandingan, Gavi hanya menyelesaikan 17 operan dengan akurasi 85%, kalah tujuh dari 12 duel, kehilangan penguasaan tujuh kali, dan melakukan empat pelanggaran. Dia juga berhasil menggiring bola melewati satu pemain tapi salah menempatkan umpan silang sebelum ditarik keluar pada menit ke-63.

5. Ferran Torres

Ferran Torres beroperasi di sisi kanan garis depan Spanyol. Penyerang Barcelona itu terbukti sangat tidak memadai di sayap, terbukti berkali-kali dikalahkan oleh Mazraoui yang menggelegak.

Bermain sepak bola selama 75 menit, Torres bahkan tidak bisa melepaskan satu tembakan pun, apalagi menguji penjaga gawang Maroko. Mantan pemain Manchester City itu tidak memainkan umpan kunci apa pun, gagal melakukan tiga dari empat dribel, dan salah menempatkan keempat percobaan umpan silangnya.

Selain itu, ia kalah delapan kali dari 10 duel lapangan, kehilangan penguasaan bola sebanyak 18 kali, dan terjebak offside dua kali.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS