Sukses

Pasar Jepon Blora Mendadak Diterjang Banjir, Pedagang Kios Sibuk Selamatkan Barang

Liputan6.com, Blora - Meski sudah larut malam Suparjo masih sibuk di Pasar Jepon Blora, Jawa Tengah. Bersama anak dan ponakannya, mereka kerja bakti membersihkan lapak dagangan yang tiba-tiba kemasukan material lumpur akibat banjir. Barang dagangan berupa pakaian ikut terimbas.

Bukan cuma Suparjo, pedagang lain pun sama. Mau tidak mau, mereka terpaksa begadang memindahkan barang dagangan yang masih bisa diselamatkan.

"Ini dagangan yang basah dipisahkan dulu, agar tidak kena pakaian baru yang lainnya," ujar Pak Jo, panggilannya, kepada Liputan6.com, Selasa malam (29/11/2022).

Pak Jo ini merupakan salah satu pedagang pakaian baru di Pasar Jepon Blora. Sampai lebih dari pukul 01.00 WIB, barang dagangannya yang basah dan terkena lumpur banjir itu, diangkuti ke rumah dengan memakai sepeda motor.

Pedagang lainnya, Rotib disela-sela aktivitas membersihkan lapak mengatakan, kerugian yang dialaminya akibat banjir yang datang tiba-tiba itu mencapai jutaan rupiah. Bersama dengan istri, terlihat barang dagangannya yang basah dan kotor kena lumpur banjir dibungkusi menggunakan plastik besar.

"Mau tak bawa pulang, besuk dilanjut lagi. Ini anak tadi ditinggal sendirian di rumah," ujar pedagang pakaian asal Kelurahan Kedungjenar, Blora kota itu.

Rotib menunjukkan kondisi drainase persis di depan lapak tempatnya berjualan, terlihat air lama sekali surut. Dia berharap pihak berwenang bisa memperbaikinya segera.

 

 

**Liputan6.com bersama BAZNAS bekerja sama membangun solidaritas dengan mengajak masyarakat Indonesia bersedekah untuk korban gempa Cianjur melalui transfer ke rekening:

1. BSI 900.0055.740 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)2. BCA 686.073.7777 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Bupati Blora Kaget Pasar Jepon Kebanjiran

Sebelumnya Bupati Blora Arief Rohman beserta humas dan jajarannya, termasuk para anggota DPRD Blora datang bergiliran memantau kawasan banjir yang terjadi di Pasar Jepon. 

Bupati yang akrab disapa Gus Arief ini mengungkapkan, sudah mengecek ke BPBD Blora dan PUPR Blora. Menurutnya, banjir yang menggenangi Pasar Jepon ini merupakan air bawaan dari hulu.

"Kemungkinan dari hutan, langsung airnya mengalir ke sini. Kita juga kaget, karena kok Jepon banjir, terus air dari mana kan. Ternyata ini kiriman dari sana," terangnya, yang juga mengaku akan mengecek bagian hulu apakah penyebabnya karena hutan kondisinya gundul atau bagaimana.

"Saya dapat laporan, daerah seperti Bleboh, Gandu, kondisinya sama," tambah Gus Arief, yang juga mengaku intensitas curah hujan tinggi juga menyebabkan dua jembatan di Blora terputus.

Saat memantau kawasan Pasar Jepon, Gus Arief mendapati informasi dari pedagang bahwa banjir menggenangi sekitar pukul 16.30 WIB sore hari, dengan ketinggian air melebihi tinggi lapak milik pedagang.

Kemudian, dia langsung mengintruksikan supaya jajarannya terlibat langsung membantu kerja bakti para pedagang. Kebetulan, jajarannya yang mendampingi, antara lain dari humas Pemkab Blora, BPBD Blora, PUPR Blora, Kelurahan Jepon, dan Forkompimcam Jepon.

Adanya kejadian ini, juga menyita perhatian banyak pihak. Termasuk Ketua Komisi D DPRD Blora Ahmad Labib Hilmy yang di waktu berbeda setelah Bupati Blora, terlihat blusukan ke kawasan Pasar Jepon.

Gus Labib, panggilannya, terlihat sedikit berbagi rezeki kepada salah satu pedagang sembako yang dagangannya terendam banjir. Selain itu, sejumlah pedagang lain juga diminta barang dagangan berupa pakaian baru yang terendam banjir, untuk dibawa ke tempatnya.

"Pedagang yang dari alumni Khozinatul Ulum, pakaiannya yang rusak kena banjir bisa dibawa ke Pondok, nanti saya ganti rugi," ucap putera kedua dari Pengasuh Ponpes Khozinatul Ulum Blora, KH Muharror Ali.

Sebatas diketahui, banjir yang menimpa kawasan Pasar Jepon ini, korbannya para pedagang sangat banyak. Diprediksi ada ratusan juta dagangan mereka jadi merugi karena rusak terkena lumpur banjir.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS