Sukses

5 Pahlawan Nasional Asal Sumatera Utara, Pahlawan Revolusi hingga Kemerdekaan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahun seluruh masyarakat Indonesia diingatkan dengan tragedi Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI. Masyarakat Indonesia mengenang jasa para pahlawan, sekaligus menjadi pengingat agar kekejaman serupa tak terjadi di masa mendatang. 

Pemerintah pun menetapkan beberapa diantara tokoh yang menjadi pahlawan nasional maupun pahlawan revolusi, di antaranya berasal dari Sumatera Utara.

Sebagai masyarakat Indonesia yang baik, wajib mengetahui pahlawan-pahlawan yang sudah bersusah payah angkat senjata untuk merebut kembali Indonesia dari tangan penjajah.

Salah satu pahlawan revolusi berasal dari Sumatera Utara. Dia adalah DI Panjaitan. Panjaitan gugur dalam tragedi 30 September itu. 

Selain DI Panjaitan, ada banyak pahlawan yang berasal dari Sumatera Utara. Berikut lima di antaranya.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 6 halaman

1. Sisingamangaraja XII

Patuan Bosar Sinambela atau biasa dikenal Sisingamangaraja XII ini lahir di Bakkara, Tapanuli 18 Februari 1845. Ia merupakan seorang raja di Negeri Toba dan pejuang yang berperang melawan Belanda.

Ia berjuang melawan penjajahan Belanda di Sumatera sejak 1878. Kemudian pada tahun 1907, ia terbunuh dalam pertempuran oleh pasukan Belanda.

Sampai akhirnya, dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 1962 berkat perlawanannya terhadap kolonialisme Belanda.

3 dari 6 halaman

2. Mayor Jenderal TNI Donald Isaac Panjaitan (D.I. Panjaitan)

D.I. Panjaitan lahir di Balige, Tapanuli 9 Juni 1925. Pahlawan revolusi ini merupakan putra dari pasangan Hennan Panjaitan dan Dina Pohan.

Kisah hidup Mayjen D.I. Panjaitan berakhir saat dibunuh pasukan PKI (Anggota Resimen Cakrabirawa) yang menyambangi rumah sang jenderal pada 1 Oktober 1965 silam.

4 dari 6 halaman

3. Jenderal TNI Tahi Bonar Simatupang (T.B. Simatupang)

Tahi Bonar Simatupang lahir di Sidikalang pada 28 Januari 1920, kemudian wafat di Jakarta pada 1 Januari 1990. Dia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 2013.

Dalam catatan biografi TB Simatupang, ia merupakan orang tertinggi di TNI menggantikan Jenderal Soedirman. Sejumlah jabatan penting di dunia militer Indonesia pernah disandangnya.

Di antaranya adalah Wakil Kepala Staf Angkatan Perang (1948-1946), Kepala Staf Angkatan Perang (1950-1954), dan Penasihat Militer di Departemen Pertahanan (1954-1955).

5 dari 6 halaman

4. Jenderal Besar TNI Dr Abdul Haris Nasution

Abdul Haris Nasution atau lebih dikenal A.H. Nasution merupakan salah seorang pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S PKI. Ia lahir di negeri toba tepatnya Kotanopan, Tapanuli Selatan pada 3 Desember 1918.

Abdul Haris Nasution dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya dalam perang melawan penjajahan Belanda yang tertuang dalam buku yang beliau tulis berjudul "Strategy of Guerrilla Warfare".

6 dari 6 halaman

5. Letnan Jenderal TNI Djamin Ginting

Djamin Ginting adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Tanah Karo, Sumatera Utara. Ia lahir di Desa Suka, Tanah Karo pada 12 Januari 1921.

Perjuangannya yang berhasil menentang pemerintahan Hindia Belanda di Tanah Karo membuatnya diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada November 2014 silam. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.