Sukses

Teknik Khusus Proses Minyak Goreng yang Bisa Dipakai Berulang

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menggoreng makanan menggunakan minyak goreng yang sama berulang kali. Apalagi di tengah kenaikan harga bahan pokok yang juga meningkat.

Namun, penggunaan minyak goreng yang berulang kali memiliki bahaya kesehatan. Efek buruknya bisa menyebabkan kanker, diabetes, kolesterol, dan penyakit berat lainnya. Efek buruk ini terjadi karena adanya perubahan kimia dan adanya residu serbuk penggorengan yang memicu penyakit berbahaya.

Penggunaan minyak goreng yang dipakai secara berulang selain dapat memberi efek buruk pada kesehatan, juga dapat mempengaruhi kualitas dan nilai gizi dari makanan yang digoreng.

Pada saat menggoreng makanan dengan minyak yang sudah pernah dipakai sebelumnya, terjadi reaksi oksidasi yang dapat membuat warna makanan kurang menarik, berbau tengik, dan rasanya tidak enak.

Oleh karena itu, kita perlu bijak dalam memilih minyak goreng. Sebaiknya menggunakan minyak goreng yang tidak cepat menghitam saat digunakan berulang kali.

Sebagian produsen pun berupaya agar minyak tidak cepat mengalami reaksi oksidasi dan tidak cepat menghitam. Seperti dijelaskan dalam keterangan tertulis produsen minyak goreng Sunco, untuk upaya itu minyak goreng berasal dari buah sawit berkualitas yang diolah tidak lebih dari 24 jam setelah buah sawit dipetik.

Kesegarannya menjadi kunci utama minyak goreng yang berwarna bening dan tidak cepat menghitam ketika digunakan berulang kali. Setelah itu minyak goreng ini diproduksi dengan teknologi mutakhir dengan melalui lima tahapan proses.

Prosesnya mencakup dua kali proses penyaringan dan tiga kali pemurnian, sehingga menghasilkan minyak goreng baik yang tidak cepat menghitam, tidak mudah beku, dan tidak lekat dan mudah mengalir.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.