Sukses

Qyara Maharani, Remaja Asal Garut Terpilih Lagi Jadi Pembawa Baki Sang Saka Merah Putih

Liputan6.com, Garut - Untuk kedua kalinya Qyara Maharani Putri dipercaya menjadi pembawa baki Paskibraka pada momen HUT ke-77 RI tahun 2022. Mojang asal Garut, Jawa Barat, itu berhasil masuk menjadi pasukan inti pembawa Sang Saka Merah Putih, setelah tahun lalu juga dipercaya.

Bedanya, jika tahun lalu Qyara dipercaya membawa baki dalam upacara penurunan Sang Saka Merah Putih. Kali ini, Qyara dipercaya membawa baki saat upacara penaikan Sang Saka Merah Putih.

"Alhamdulillah dengan sangat bangga tahun ini Qyara dipercaya untuk jadwal pagi hari saat penaikan bendera," ujar Rosanty, ibu dari Qyara, Rabu (17/8/2022).

Dengan perasaan haru bercampur gembira, Rosanty bersama suami menyaksikan langsung di televisi. Tak kuat menahan haru, sang ibu sampai meneteskan air mata.

"Terima kasih atas semua dukungan dan doa dari semuanya," ujar dia dengan berlinang air mata tanda kebahagiaan atas kesuksesan anaknya itu.

Menurut dia, perayaan HUT ke-77 RI tahun ini terbilang istimewa bagi Qyara yang kembali dipilih menjadi salah satu pasukan dalam pengibaran bendera di Istana.

"Hanya empat orang termasuk Qyara yang kembali terpilih kembali masuk tahun ini dari anggota Paskibraka nasional tahun lalu," kata dia.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Sempat Tak Percaya

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Syofyano dan Rosanty ini, bahkan sampai tak percaya saat pertama kali mendapatkan konfirmasi langsung Sekretariat Negara (Setneg) dan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila).

"Anak saya sampai nangis akhirnya saat kembali ditelpon pihak Setneg dan BPIP," kata dia.

Rosanty berharap capai gemilang yang diraih anaknya bisa menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk membanggakan Indonesia.

"Asal ada kemampuan dan kerja keras semuanya bisa seperti Qyara," kata dia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.