Sukses

Upaya PKS Bali Lahirkan Kader Berpancasila

Liputan6.com, Denpasar - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bali menggelar dialog kebangsaan dengan tema Pancasila sebagai dasar negara, falsafah hidup, dan cita-cita moral bangsa. Dialog ini disampaikan melalui daring.

Ketua panitia Dialog Kebangsaan sekaligus Ketua Bidang Pembinaan Umat (BPU) DPW PKS Bali Yunanistya Rahmadhiani menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut dilakukan agar anggota partai lebih memahami pandangan dan implementasi PKS sebagai partai politik dalam penerapan Pancasila sebagai dasar negara, falsafah hidup, dan cita-cita moral bangsa.

"Hal tersebut dilaksanakan agar setiap anak bangsa yang menjadi anggota Partai Keadilan Sejahtera memahami makna kehidupan berbangsa dan bernegara secara utuh," kata Yunanistya ditemui usai kegiatan, Minggu (16/1/2022).

Dialog Kebangsaan tersebut dihadiri para anggota PKS seluruh Bali tersebut menghadirkan dua nara sumber yaitu Luh Riniti Rahayu dan Agus Yulianto.

Seperti diketahui, Luh Riniti Rahayu adalah penerima anugerah Ikon Prestasi Pancasila Bidang Sosial Enterpreuner dan Kemanusiaan pada tahun 2021.

Luh Riniti Rahayu mengatakan Pancasila kini mulai terpinggirkan. Hal ini terlihat dari semakin merajalela korupsi, meluasnya ujaran kebencian, dan menipisnya toleransi antarumat beragama. Itu sebabnya kader parpol calon pemimpin bangsa harus memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila. 

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pemimpin Wajib Menjunjung Tinggi Pancasila

"Kader PKS harus memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila. Caranya adalah mengisi waktu dengan hal positif, tahan mental dan berkarakter. PKS dan seluruh kadernya adalah ikon Pancasila, kita tidak hanya hafal dan paham Pancasila tetapi juga menghayati dan mengamalkan Pancasila," katanya.

Sementara itu, Agus Yulianto menyatakan PKS sebagai partai politik yang ada di Republik Indonesia, memandang penting arah dan tujuan bangsa serta landasan filosofi bangsa diterapkan dalam gerak langkah kebijakan partai maupun dalam pembinaan anggotanya.

"Falsafah perjuangan PKS sebagai partai Islam rahmatan lil’alamin mempunyai 5 poin penting yaitu Islam, Keadilan, Kebangsan, Kenegaraan, dan Kesejahteraan," ujar Agus Yulianto.

Menurut pria alumni PPRA LXII tahun 2021 Lemhannas RI itu, falsalah Perjuangan PKS tersebut telah tertuang dalam Kurikulum Kaderisasi PKS yakni bidang studi keagamaan, bidang studi kebangsaan, bidang studi kemasyarakatan, dan bidang studi kepartaian, serta bidang studi kepemimpinan, dan kewirausahaan.

"Para anggota PKS harus memahami Pancasila, bahwa PKS sejak awal kelahirannya dengan tegas berjuang untuk seluruh rakyat Indonesia secara konstitusional dengan menjunjung tinggi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Agus Yulianto.

Pada kesempatan itu, Ketua DPW PKS Bali H Hilmun Nabi' mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang bervisi kebangsaan yaitu bervisi Pancasila.

Menurutnya, para pendiri bangsa telah mewariskan lima visi kepemimpinan bangsa yang diambil dan berdasarkan Pancasila, sebagai moral kompas dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

“Maka pemimpin yang memiliki visi kebangsaan akan mampu menjadikan Pancasila menjadi energi besar yang menyatukan seluruh komponen bangsa. Sebaliknya, di tangan pemimpin yang buta visi kebangsaan, Pancasila akan dijadikan alat kekuasaan untuk mengadu domba sesama anak bangsa," tutur Hilmun Nabi'.