Sukses

Bupati Garut Segera Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang

Liputan6.com, Garut - Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat segera menetapkan status tanggap darurat, dalam penanganan musibah banjir bandang di dua kecamatan Karangtengah dan Sukawening.

“Ini jelas, saya kira sebentar lagi bapak bupati akan segera tandatangani (status), ataupun mungkin saya yakin sudah ditandatangani,” ujar Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, saat tinjauan lapangan di Kecamatan Karangtengah, Ahad (28/11/2021).

Helmi menerangkan, musibah alam banjir bandang yang menerjang beberapa kampung di beberapa desa dua kecamatan wilayah Garut itu terbilang parah.

“Tadi laporannya ada 120 KK (terdampak) di kecamatan Sukaweing, kemudian di sini (Karangtengah) ada 160 banyak yang terdampak, hampir 300 KK lebih dari dua kecamatan,” papar dia.

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu kemudian menyoroti banyaknya kerusakan alam yang terjadi di hulu sungai, yang menjadi sumber air yang mengaliri warga.

“Saya lihat secara sepintas hulu ini perlu ada banyak gerakan, jadi nanti setelah ini ada banyak gerakan penghijauan,” kata dia.

Helmi pun mengajak masyarakat turut serta memberikan dukungan termasuk kerja sama dalam pengelolaan alam yang lebih baik, untuk mencegah terjadinya kembali musibah bencana alam seperti banjir bandang. “Ini harus dihijaukan kembali,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Siapkan Belanja Tak Terduga (BTT)

Ihwal dukungan Belanja Tak Terduga (BTT) yang disediakan Pemda Garut, saat ini beberapa dinas teknis tengah melakukan penghitungan berapa anggaran, yang harus dikeluarkan dalam penanganan musibah banjir bandang itu.

“Kita hitung dulu, UPT dikumpulkan, tadi Kepala dinas PU sudah hitung estimasi berapa jembatan yang rusak,” kata dia.

Untuk penanganan pertama, Pemda Garut memastikan penyediaan logistik yang cukup, untuk memberikan rasa aman bagi warga terdampak musibah.

“Makanan pokok dulu, makanya sekarang dapur umum sudah ada, karena bahannya belum datang makanya kita tadi ke sana (memastikan),” kata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, mengatakan berdasarkan perhitungan sementara, ratusan Kepala Keluarga (KK) di dua kecamatan yakni Kecamatan Sukawening dan Karang Tengah terdampak musibah alam tersebut.

Rinciannya, sekitar 200 kepala keluarga di Kecamatan Karang Tengah, dan 112 Kepala keluarga di Kecamatan Sukawening.  “Totalnya sekitar 312 kepala keluarga,” ujar dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Garut Enan meminta Pemda Garut segera mencairkan anggaran BTT dalam penanganan bencana banjir bandang kali ini.

“Harus dicairkan namanya juga tanggap darurat tidak usah nunggu waktu, apapun namanya BTT harus segera dicairkan,” kata dia.

Dalam APBD Perubahan yang telah disahkan beberapa waktu lalu, lembaganya, ujar politikus Gerindra tersebut telah menyetujui alokasi BTT hingga Rp75 miliar. ”Kemarin sudah ketuk palu,” ujarnya.

Melihat besarnya kerusakan infrastruktur, Enan meminta Pemda Garut untuk memprioritaskan pembanguan rumah terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Kalau kebutuhan hari-hari banyak donatur sumbangan dari masyarakat untuk jangka waktu tertentu,” kata dia.