Sukses

Polah Lucu Wartawan Garut Saat Jalani Vaksinasi Covid-19

Liputan6.com, Garut - Puluhan wartawan Garut, Jawa Barat yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sekretariat Garut, melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap awal.

Ragam polah lucu pekerja media yang berasal dari media televisi, cetak, online, dan radio yang selama ini melaksanakan tugas peliputan di wilayah Garut pun terlihat.

Mulai tegang dan pucat sebelum dilakukan vaksinasi, hingga berteriak laiknya anak yang pertama kali mendapatkan vaksin.

Ridwan Mustofa misalnya, wartawan televisi swasta nasional mengaku tegang sesaat sebelum disuntik vaksin, bersyukur ia menjalani vaksin dengan lancar.

"Hanya di awal saja saat diperiksa kita tegang tetapi setelahnya aman tidak merasakan apa-apa," ujar dia, Kamis (4/3/2021)

Hal sama menimpa Irwan Rudiawan, wartawan radio nasional. Ia mengaku tensi darahnya langsung meningkat saat dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas. "Wajar lah namanya juga baru divaksin, apalagi isu soal vaksin kan seperti itu, tapi Alhamdulillah lancar," kata dia.

Ia mengaku tidak cemas menjalani vaksin, apalagi setelah 30 menit pertama tidak ada gejala yang mencurigakan dialami dirinya.

"Saya juga ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa vaksin itu aman, jangan takut sebab penting untuk menambah imun tubuh menghadapi Covid-19," imbau dia.

Sementara Deni Rinjani, salah seorang wartawan online lokal Garut mengaku gugup hingga akhirnya berteriak saat jarum suntik vaksin menusuk tangan sebelah kirinya. "Allahu Akbar," teriak dia, hingga membuat orang seiisi ruangan lokasi vaksinasi yang mayoritas wartawan tertawa.

Dia mengaku lega setelah menjalani vaksinasi Covid-19 itu. Baginya vaksinasi dibutuhkan warga termasuk mereka yang akan bepergian ke luar kota. "Kan tinggal tunjukin sertifikatnya kita sudah divaksin tanpa harus swab lagi," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Tetap Patuhi Prokes

Sementara itu, Ketua PWI Garut Ari Maulana Karang mengatakan, pelaksanakan vaksinasi covid-19 tahap awal ini, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan bagian gugus tugas pencegahan Covid-19.

"Kami sepakat, vaksin hanya jadi bagian kecil dari upaya mengurangi penyebaran Covid-19," kata dia.

Karenanya, meski telah di vaksin para wartawan tetap terus menerapkan pola hidup sehat dan melaksanakan protokol kesehatan dalam tugas jurnalistik, termasuk saat di tengah masyarakat.

"Kami bersyukur, genap satu tahun pandemi Covid-19, anggota PWI Garut tidak ada yang terpapar covid-19 hingga harus menjalani isolasi dan perawatan," ujar dia.

Dalam vaksinasi yang dilangsungkan mulai Kamis pagi pukul 09.00 tersebut, ada dua anggota PWI yang merupakan wartawan dengan kategori usia lanjut, akhirnya urung mendapatkan vaksin.

"Kadar gula dan tekanan darahnya cukup tinggi, hingga tidak memungkinkan (vaksinasi)," ujar salah seorang petugas vaksinasi.

Selanjutnya, kedua wartawan senior itu, diminta untuk melaksanakan vaksinasi ulang dua pekan mendatang.

Meskipun mayoritas wartawan di bawah naungan PWI telah melangsungkan vaksinasi, tetapi mereka tetap diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan 3M dengan patuh.

"Vaksinasi itu adalah salah satu ikhtiar untuk menambah imun tubuh, sehingga prokes kesehatan tetap diperlukan," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: