Sukses

Pesan Terakhir Penumpang Sriwijaya Air kepada Keluarganya Sebelum Jatuh

Liputan6.com, Kubu Raya - Sesosok lelaki datang tiba-tiba memecah kesunyian di Bandara Supadio Pontianak. Matanya berkaca-kaca. Genggaman telepon pintar tidak lepas dari tangannya. Ia adalah keluarga penumpang Sriwijaya Air yang hilang kontak dan diketahui kemudian, jatuh di Kepulauan Seribu.

Sesekali ia melihat jadwal kedatangan pesawat di Bandara Supadio Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Efraem, nama lengkapnya. Pria berusia 30 tahun ini merupakan keluarga penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang dilaporkan hilang kontak, Sabtu (9/1/2021) siang, sekitar pukul 14.40 WIB.

“Dari Jakarta menuju Pontianak. Kami belum mendapat kabar kepastian apa-apa dari pihak manapun,” tutur Efraem kepada Liputan6.com pada Sabtu petang, 9 Januari 2020 di Bandara Supadio Pontianak.

Dia berharap keluarganya baik-baik saja. Untuk itu, dia bersama keluarga lainnya bernama Eduardus tetap mencari informasi kepastian nasib Sriwijaya Air dan penumpangnya.

“Kami diarahkan petugas ke gedung crisis center Graha Candra Dista Wiradi,” kata Eduardus sambil berjalan menuju tempat dimaksud yang jarak di luar area Bandara Supadio Pontianak.

“Pokoknya kami akan tidur di sini menunggu kepastian,” ucap Efraem penuh harap.

2 dari 3 halaman

Pesan Terakhir Penumpang kepada Keluarga

“Saya sudah di pesawat,” itulah kata terakhir diucapkan keluarga penumpang Pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak bernama Yudi.

Kepada Liputan6.com, pria berusia 30 ini mengaku selama ini informasi jatuh pesawat bukan keluarganya. Akan tetapi, hari ini menimpa keluarganya.

“Saya gak nyangka. Ada bilang begini sebelum hilang kontak, 'Saya sudah di pesawat. Itu saja',” ucap Yudi yang duduk termenung di sudut gedung crisis center Graha Candra Dista Wiradi.

Dia berharap, pihak terkait segera mengumumkan kepastian informasi. Ini penting dilakukan, sebab keluarga penumpang secara bergantian mendatangi gedung Crisis Center Graha Candra Dista Wiradi.

Pelaksana Tugas Executive General Manager Bandara Supadio Pontianak, Nuril Huda, bilang berbagai upaya telah dilakukan demi pelayanan prima. Di antaranya adalah menyiapkan Emergency Operation Center dan ruang crisis center bagi keluarga korban hilangnya pesawat SJ 187.

Layanan ini lokasinya berada di di luar gedung terminal keberangkatan dan kedatangan Bandara Supadio Pontianak.

"Gedung crisis center Graha Candra Dista Wiradi. Revise nomor call center 081257339444. Sampaikan ini aja ke media mas,” ujar Nuril.

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: