Sukses

Gandeng Infradigital, LPTNU Percepat Digitalisasi Kampus

Liputan6.com, Jakarta - Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PBNU mencanangkan percepatan digitalisasi. Ini dilakukan dalam rangka mengikuti arus kemajuan teknologi dan era revolusi industri 4.0., serta membentuk sumber daya manusia dari LPTNU yang ahli dalam bidang teknologi.

Terlebih keadaan pandemi saat ini yang mendorong lembaga pendidikan untuk dapat dengan cepat melakukan adopsi dan adaptasi digital pada sistem pendidikan. Salah satunya penerapan pembelajaran jarak jauh.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut, dalam Rakornas di Pekalongan akhir Desember lalu, LPTNU menjalin kemitraan dengan Infradigital untuk dapat memulai percepatan digitalisasi. Infradigital merupakan startup yang telah membantu lembaga pendidikan dalam penerapan digitalisasi melalui produk Jaringan IDN.

Layanan digitalisasi yang diberikan Infradigital meliputi pembayaran daring, Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) daring, Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), hingga Learning Management System (LMS) yang dapat membantu lembaga pendidikan dalam melakukan pembelajaran daring dengan tampilan yang ramah pengguna.

Ketua LPTNU Mohammad Nasir mengatakan PTNU dalam menghadapi era revolusi teknologi 4.0 secara bertahap sedang membangun e-campus atau e-learning. Harus ada satu platform di bawah NU yaitu Learning Management System (LMS) yang merupakan digital platform yang dapat diisi seluruh perguruan tinggi NU di dalamnya.

“Resource hiring dan quality diharapkan dapat meningkat dengan adanya platform ini, termasuk akreditasi,” kata mantan MenristekDikti Periode 2014-2019 ini, dalam keterangan tertulis.

Sistem Informasi Akademik juga menjadi fokus percepatan digitalisasi. Digitalisasi ini diharapkan dapat melengkapi dan memaksimalkan sistem pendidikan yang dimiliki oleh LPTNU.

CEO Infradigital, Ian McKenna, menerangkan kerja sama itu bertujuan untuk melengkapi dan mempercepat digitalisasi di PTNU, khususnya dalam LMS dan Sistem Informasi Akademik.

“Semua itu akan kami mulai dari pemetaan digitalisasi di tiap PTNU untuk menemukan layanan digitalisasi yang sesuai dan dapat melengkapi digitalisasi di tiap Perguruan Tinggi Nadhatul Ulama,” katanya.

Adanya percepatan digitalisasi kampus ini juga diharapkan dapat membantu Kemendikbud pada strategi Kampus Merdeka Belajar.

Nizam selaku Dirjen Dikti Kemendikbud menjelaskan bahwa Kebijakan Kampus Merdeka Belajar merupakan upaya menjadikan perguruan tinggi untuk agile, artinya perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan kebutuhan masa depan yang sangat dinamis.

Adaptasi kampus dengan kebutuhan masa depan di dukung dengan kebutuhan masyarakat dan industri sehingga dapat menjadi langkah dalam peningkatan kualitas dan mutu kampus.

“Ke depannya diharapkan PTNU dapat masuk ke ranking 100 besar perguruan tinggi terbaik dengan mahasiswa yang menguasai bidang teknologi”, ucap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Ini