Sukses

Warga Bandung Takut-Takut Masuk Bioskop Meski Sudah Relaksasi

Liputan6.com, Bandung - Sebanyak sembilan dari 15 Bioskop di Kota Bandung telah memperoleh izin beroperasi kembali. Meski telah beroperasi, kunjungan bioskop masih terhitung sepi.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Menurut Yana, masyarakat masih khawatir untuk beraktivitas di ruangan tertutup. Pengunjung bioskop pun hanya 4-5 orang saja di setiap studionya.

"Meskipun kita juga sangat berhati-hati merelaksasi sektor ekonomi. Karena tidak hanya sekedar menerapkan standar protokol kesehatan saja," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2020).

Menanggapi relaksasi bioskop saat Kota Bandung menyandang status zona merah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Yana mengatakan, saat ini angka reproduksi virus berada di bawah angka satu. Hal itu menunjukkan pandemi Covid-19 di wilayah Kota Bandung relatif terkendali.

"Sebetulnya sejak Juni sampai hari ini angka reproduksi virus di Kota Bandung di bawah angka satu. Tapi pada 20-23 September itu cukup tinggi menyentuh 1,22," ujarnya.

Yana menuturkan, kenaikan angka kasus Covid-19 beberapa waktu lalu merupakan konsekuensi dari tes massif yang dilakukan terhadap 3.000-an Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Dari ribuan yang dites, sekitar 10 persennya positif.

"Alhamdulillah sekarang sejak 24 September sampai hari ini kita di bawah satu. ASN sekitar 320 orang yang positif itu juga rata-rata OTG (Orang Tanpa Gejala). Kemarin pun sudah sembuh semua," katanya.

Menurut Yana, sebelum mengantongi izin, para pengelola melakukan simulasi dan membuat pernyataan akan menerapkan standar protokol kesehatan yang sangat ketat agar tidak terjadi klaster baru.

Ia pun mengatakan perizinan bioskop sebetulnya sudah diberikan lebih dari sebulan yang lalu. Namun karena proses impor filmnya, sehingga baru dibuka 9 Oktober 2020.

"Kurang lebih satu setengah bulan lalu sudah diberikan izin, tapi proses impor filmnya yang cukup lama. Baru tanggal 9 kemarin itu mereka baru siap dan mereka buka," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Pembukaan Sekolah Masih Tunggu Pusat

Yana berujar, saat simulasi standar protokol kesehatan sudah cukup baik. Hanya saja harus ada perbaikan dari sirkulasi udara karena berada di ruangan tertutup.

"Waktu itu (simulasi) kita minta salah satunya memperbaiki sirkulasi, exhaust, setelah ditinjau lagi memang mereka sudah lakukan," tuturnya.

Selain menyiapkan fasilitas protokol Covid-19, pengelola bioskop juga harus menyertakan surat pernyataan. Jika ternyata tidak menerapkan standar protokol yang sangat ketat dan jadi klaster baru, mereka harus tutup lagi.

Sedangkan untuk sekolah, Yana mengatakan kebijakannya berada di pemerintah pusat. Kendati demikian, Pemkot Bandung pun tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) terkait pembelajaran.

"Kita pun sudah berdiskusi dengan Disdik. Salah satunya kita membantu soal konten materi pelajaran yang bisa diakses di channel TV. Tapi kita tetap menunggu keputusan dari pemerintah pusat untuk sekolah," ucap Yana.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini