Sukses

Perjuangan Petugas Medis di Mamuju Dorong Ambulans Tiap Bertugas

Liputan6.com, Mamuju - Mendorong mobil ambulans hampir menjadi kebiasaan tenaga medis yang bertugas di Publik Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Mamuju. Mobil ambulans yang menjadi kendaraan dinas mereka kerap kali mogok ketika ingin digunakan.

Seperti pada Senin, 3 Agustus 2020 kemarin, mobil ambulans yang rencananya digunakan untuk menjemput pasien positif Covid-19 itu kembali mogok. Para petugas medis terpaksa harus mendorong kendaraan itu hingga mesin menyala. Uniknya, mereka masih menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat mendorong mobil.

Kepala Dinas Kesehatan Mamuju drg Firmon mengatakan, sebenarnya terdapat anggaran pemeliharaan untuk kendaraan dinas PSC itu. Namun, karena anggaran pemeliharaan itu dialihkan untuk penanganan Covid-19, maka saat ini mereka belum bisa melakukan perbaikan mobil ambulans itu.

"Dana operasional PSC itu masih ada dan boleh dipakai. Tapi untuk dana pemeliharaan sudah diambil semua untuk Covid-19," kata Firmon kepada Liputan6.com, Selasa (4/8/2020).

Firmon mengungkapkan, sebelum anggaran dialihkan, dana pemeliharaan satu mobil ambulans di Dinas Kesehatan sebesar Rp15 juta. PSC memiliki tiga buah mobil ambulans dan semua anggaran pemeliharaannya sebesar Rp45 juta dialihkan ke penanganan Covid-19.

"Kan ada 3 mobil, mogok satu bisa gunakan yang 2, mobil ini (mogok) yang sering digunakan jemput pasien Covid-19. Kita sudah usulkan kembali anggaran itu di perubahan. Mudah-mudahan disetujui," ungkap Firmon.

Sedangkan, Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Mamuju Muhammad Ali Rachman mengatakan, seharusnya anggaran pemeliharaan itu tidak dialihkan. Apalagi mobil ambulans itu sangat penting pada masa pendemi Covid-19 ini, sehingga harus ada perawatan secara rutin.

"Fasilitas termasuk kendaraan dinas harus safety termasuk pemeliharaan kendaraan. Apalagi kendaraan itu yang dipakai menjemput pasien Covid-19," tutup Ali Rahman.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: