Sukses

Geliat Taman Nasional Kelimutu Jadi Wisata Geopark di Tengah Pandemi

Liputan6.com, Sikka - Sejak ditutup 28 Maret 2020 lalu, Balai Taman Nasional Kelimutu kembali membuka akses kunjungan wisata ke Danau Tiga Warna Kelimutu. Kendati demikian, setiap pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan yang diimbau pemerintah.

Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Persada Agussetia Sitepu mengatakan, pembukaan lokasi wisata sesuai dengan surat rekomendasi Bupati Ende nomor BU.556/DISPAR.03/496/VI/2020.

Seremoni pembukaan wisata new normal Taman Nasional Kelimutu telah dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Juli 2020 lalu. Dengan demikian, kunjungan sudah dapat dilakukan mulai Sabtu, 11 Juli 2020.

"Tentu semua pengunjung akan diarahkan sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19," ujar Sitepu saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (15/7/2020).

Secara teknis, di pintu masuk lokasi wisata Kelimutu, petugas akan mengukur suhu pengunjung. Kalau suhu normal, maka pengunjung bisa masuk. Kalau suhu badan lebih dari 37,5 derajat Celsius, tak diperbolehkan masuk.

Pengunjung juga wajib mengenakan masker, cuci tangan dengan air yang mengalir, dan menghindari kerumunan alias jaga jarak.

Ia menambahkan, kuota wisatawan dibatasi, maksimal 200 orang per hari sebagaimana surat edaran Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) nomor SE.9/KSDAE/PJLHK/KSA.3/6/2020. Oleh karena itu, Balai Taman Kelimutu juga mensyaratkan booking online bagi tamu yang berencana datang.

"Baik tamu domestik maupun tamu asing, silahkan booking melalui WA admin TN Kelimutu lewat WhatsApp (nomor WA 082110103335) selama jam kerja 07.30 Wita sampai dengan pukul 17.00 Wita," terang Sitepu.

Sementara itu, Bupati Ende, Djafar H Achmad berharap, dengan dibuka kembalinya kawasan wisata Kelimutu, geliat dunia pariwisata di Kabupaten Ende dan NTT bisa bangkit lagi.

"Hai dunia datanglah ke Kelimutu. Semoga geliat pariwisata kembali bangkit. Semoga ekonomi kembali pulih," dia berharap.

Ia berniat untuk menjadikan Taman Nasional Kelimutu sebagai kawasan geopark. Demi mewujudkannya, pihaknya akan mendaftar ke Unesco.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: