Sukses

Kisah Pendaki Tersesat di Gunung Marapi, Kehilangan Jalan Dekat Air Terjun

Liputan6.com, Padang - Mendaki gunung menjadi aktivitas yang semakin banyak diminati terutama di kalangan anak muda. Namun, di balik keindahan gunung, juga banyak kisah buruk yang dialami pendaki.

Adanya pendaki yang jatuh bahkan hingga tersesat di gunung bukan lagi hal baru di dunia pendakian. Akibatnya, ada pendaki yang harus meregang nyawa di rimba belantara.

Tersesat di gunung sering dikaitkan dengan mistis, mereka yang hilang disebut-sebut sengaja 'disesatkan' oleh si penunggu hutan. Benar atau tidak, tak ada yang bisa memastikan hal tersebut.

Beberapa orang pendaki yang diminta pendapatnya oleh Liputan6.com mengatakan mereka percaya jika di gunung ada hal-hal yang berbau mistis atau cerita sengaja 'disesatkan' oleh makhluk halus.

Salah seorang pendaki asal Kota Padang, Nella (28) mengatakan, ketika mendaki gunung ada adab yang mesti dijaga pendaki, seperti memperhatikan waktu perjalanan.

"Misalnya pas magrib perjalanan dihentikan sebentar, ini memang tidak ada aturannya, namun biasanya selalu ada etika-etika tersebut ketika mendaki," kata dia yang juga tergabung dalam organisasi pecinta alam tersebut.

Kemudian, lanjut Nella, ketika di gunung juga mesti dijaga etika berbicara, jangan berbicara sembarangan atau berkata-kata kotor. Selain itu, bagi perempuan yang kebetulan sedang menstruasi di alam, jangan membuang pembalut sembarangan.

Pendaki lainnya, Agustin (29) juga mengatakan demikian, ketika memutuskan mendaki gunung maka harus diperhatikan etika-etika yang ada. Termasuk, tidak membuang sampah sembarangan.

"Saya percaya di dunia ini bukan hanya kita yang hidup, ada makhluk-makhluk lain yang tak kasat mata," jelasnya.

2 dari 4 halaman

Terhenti di Air Terjun

Cerita mistis di gunung memang begitu banyak, terkadang dikaitkan dengan kejadian pendaki yang hilang atau tersesat. Di Gunung Marapi yang berada di Sumatera Barat misalnya, dari tahun ke tahun selalu ada orang tersesat.

Salah satu pendaki yang pernah hilang di Gunung Marapi pada 2016, Abdul menceritakan ia dan keempat temannya melakukan pendakian melalui jalur Badorai.

Namun, sesampai di kawasan air terjun atau sekitar 2 kilometer dari cadas mereka tak menemukan jalan lagi. Ketika itu, hari sudah malam dan mereka memutuskan berkemah di sana.

Keesokan harinya, mereka kembali berusaha mencari jalan menuju puncak, tetapi Abdul dan rombongan merasa kembali di titik yang sama.

"Saya sudah pernah ke Marapi lewat jalur ini sebelumnya, ketika tersesat itu merupakan pendakian keeempat di jalur yang sama," ujarnya.

 

 

3 dari 4 halaman

Mistis atau Lelah

Kemudian Abdul memberanikan diri menghubungi keluarganya dengan telepon seluler, mengatakan jika dirinya tersesat.

Abdul dan rombongan akhirnya ditemukan oleh tim gabungan tidak jauh dari lokasi yang disebutkannya kepada pihak keluarga.

"Ketika mencoba mencari jalan itu, kami merasa sengaja disesatkan tapi entahlah, mungkin perasaan itu muncul karena kami lelah," ujarnya.

Beruntung, Abdul dan rombongan kala itu tidak menderita cedera apa pun, mereka hanya kelelahan karena tersesat.

Namun di bagian lain, ada banyak kisah pendaki yang harus meregang nyawa karena tersesat dan tak bisa ditemukan dalam waktu cepat.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut ini: