Sukses

Kasus Positif Covid-19 di Riau Pecahkan Rekor Terbanyak Selama Pandemi

Liputan6.com, Pekanbaru - Kasus positif Corona di Riau pecahkan rekor sejak virus dari Wuhan, China ini, mewabah di Bumi Lancang Kuning. Pada Senin petang, 22 Juni 2020, Satuan Gugus Tugas Covid-19 Riau mencatat 24 kasus baru.

Pekanbaru menjadi daerah paling banyak dengan 13 warga terinfeksi Covid-19, sebagiannya hasil penelusuran kontak dari klaster Bank Rakyat Indonesia. Selanjutnya Indragiri Hilir 5 kasus dan Kota Dumai 2 kasus.

"Kemudian dari Rokan Hulu, Kampar, Kuansing serta Bengkalis, masing-masing 1 kasus," kata Juru Bicara Covid-19 Riau dr Indra Yovi, Senin petang, 22 Juni 2020.

Dengan penambahan ini, Yovi menyebut kasus keseluruhan positif Covid-19 berjumlah 166 orang, sebelumnya 142 kasus. Dari jumlah itu, 41 pasien masih dirawat dan 117 lainnya sudah sembuh.

"Delapan orang pasien positif meninggal dunia," kata Yovi.

Di luar pasien positif, Yopi mengatakan ada 1.787 pasien dalam pengawasan (PDP) sejak Covid-19 mewabah di Riau. Dari jumlah itu, 116 pasien masih dirawat, 1.495 pasien sembuh dan sudah dipulangkan serta 176 PDP meninggal dunia.

"Untuk orang dalam pengawasan ada 3.840 jumlahnya," kata Yovi.

Yovi menerangkan, 13 pasien baru di Pekanbaru salah satunya berinisial SZM. Pria 24 tahun dengan nomor pasien 143 ini sudah dirawat di rumah sakit dengan riwayat perjalanan dari Jakarta.

Selanjutnya dari pasien 144 hingga pasien 148 merupakan hasil pelacakan kontak dari pasien 134 yang dinyatakan positif beberapa hari lalu. Pasien berinisial NC ini punya riwayat perjalanan dari Palembang, Sumatra Selatan.

Selanjutnya pasien 149 berinisial FO (23) yang merupakan hasil pelacakan kontak dengan pasien 144. Berikutnya pasien 150 inisial NMN yang pernah kontak dengan pasien positif di Pekanbaru.

"Berikutnya pasien 151 berinisial YA (25) yang kontak dengan pasien positif di Pekanbaru," kata Yovi.

Berikutnya pasien 152 hingga 155 dinyatakan positif Covid-19 setelah kontak dengan pasien 132. Pasien dengan nomor tersebut diketahui berasal dari klaster BRI Pekanbaru.

Sebelumnya, Yovi menyatakan pasien 132 merupakan penemuan kasus positif dari rapid test dan swab test yang dilakukan perusahaan BUMN (BRI) di Pekanbaru.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: