Sukses

Kasus Covid-19 di Jabar Melonjak 2 Hari Terakhir, Ini Alasannya

Liputan6.com, Bandung - Kasus positif virus Corona (Covid-19) bertambah signifikan dalam dua hari terakhir (20-21 Mei 2020). Tercatat ada penambahan 282 orang terjangkit virus ini.

Pada Kamis (21/5/2020) terjadi penambahan 86 kasus positif Covid-19, sementara pada Rabu (20/5) bertambah 176 orang.

Menurut Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad, penambahan signifikan kasus positif Covid-19 terjadi karena dua faktor. Pertama, dikarenakan jeda waktu pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan waktu pengumuman pemerintah pusat.

"Ternyata setelah dicari informasi bahwa kenaikan itu terjadi karena delay. Jadi data tanggal 15 Maret yang belum diumumkan pusat," kata Daud dalam jumpa pers yang disiarkan Humas Jabar melalui Youtube, Jumat (22/5/2020).

Daud lebih jauh menjelaskan, kejadian ini juga pernah terjadi pada awal Mei lalu. Berdasarkan data dari situs pantau pikobar.jabarprov.go.id, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 196 orang pada 5 Mei 2020.

"Sama halnya dengan awal Mei sempat kosong (tanggal 1) kemudian bertambah signifikan (5 Mei)," katanya.

Sedangkan, faktor lain yang membuat kasus corona bertambah signifikan, sambung Daud, adalah karena adanya pelimpahan kasus ke daerah yang berbatasan dengan DKI Jakarta. "Kemudian ada pelimpahan di DKI, tetapi KTP-nya Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi)," tuturnya.

Sampai hari ini, laman pantau Covid-19 Jabar (Pikobar) mencatat jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 1.962 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 422 orang sembuh dan 124 meninggal dunia.

Sebelumnya, penambahan angka kasus positif Covid-19 secara signifikan juga terjadi secara nasional. Terjadi penambahan kasus sebanyak 973 kasus selama dua hari terakhir, yang membuat jumlah orang terpapar virus ini menembus angka 20.162 orang.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini