Sukses

Menyusuri Pagi di Tengah Bendungan Karangkates Malang

Liputan6.com, Malang - Matahari perlahan beringsut naik dari ufuk timur. Pagi itu, kawasan Bendungan Karangkates dan Lahor di Kabupaten Malang masih sepi aktivitas. Hamparan air tampak berkilau diterpa sinar mentari.

Para pengelola warung sudah siap menyambut pengunjung maupun siapa saja yang melintas Bendungan Karangkates dan Lahor di pagi hari. Bendungan ini berada di selatan Kabupaten Malang sekaligus berbatasan dengan Kabupaten Blitar.

Tidak sedikit pengendara menyempatkan diri berhenti sejenak. Untuk sekedar mencecap kopi di area bendungan sebelum mulai beraktivitas. Tidak jarang pula rombongan kecil keluarga tiba di pagi hari untuk sekedar menikmati pemandangan waduk Lahor di pagi hari.

Para nelayan pun juga siap mengail rezeki. Mengantar pengunjung yang ingin berkeliling waduk naik perahu. Ongkosnya cukup murah, hanya sebesar Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu bagi anak-anak. Penumpang wajib mengenakan jaket pelampung.

"Pelampung jadi standar keamanan, semua demi keselamatan penumpang," kata Manajer Pariwisata Perum Jasa Tirta 1, Bayu Pramadya.

Butuh waktu kurang lebih 15 menit mengelilingi sebagian luas waduk. Selama perjalanan itu, akan sangat mudah menjumpai para pemancing yang sudah beraktivitas sejak pagi di tepi waduk. Tidak sedikit pula yang mendirikan tenda di tepi waduk.

Waduk ini memang jadi salah satu tempat favorit para pemancing. Di sini terdapat berbagai jenis ikan seperti nila, patin, mujahir sampai bandeng. Banyak warga setempat sekaligus membudidayakan ikan di waduk ini.

Puas berkeliling dan perut mulai keroncongan, pengunjung bisa menikmati berbagai penganan di warung. Termasuk makan dengan menu utama ikan air tawar hasil tangkapan maupun budidaya para nelayan di Bendungan Karangkates dan Lahor.

2 dari 3 halaman

Wisata Murah

Bendungan Karangkates dan Lahor berada di satu area. Tapi untuk masuk ke dua waduk itu ada akses berbeda, dipisah jalan raya.

Di Lahor selain bisa berkeliling waduk, juga cukup nyaman untuk sekedar bersantai. Gazebo maupun meja kursi tersebar di taman tepi waduk.

Di Lahor juga terdapat sarana bermain untuk anak seperti jungkitan maupun ayunan. Cocok untuk dijujug bersama keluarga. Pepohonan rindang menambah asri dan nyaman suasana waduk. Sayangnya, taman kurang terurus dan beberapa permainan tampak terbengkalai.

"Kami bersiap untuk menata ulang kawasan ini. Agar lebih nyaman lagi untuk dikunjungi wisatawan," kata Bayu Pramadya.

Sedangkan di Bendungan Karangkates lebih banyak wahana bermain serta kolam renang untuk anak - anak. Ada sensasi berenang di kolam tepat dengan pemandangan langsung menghadap waduk.

Bagi pelancong yang ingin menginap, di sini juga terdapat tempat penginapan. Di dalam area wisata bendungan, ada penginapan layaknya resort dengan konsep barak. Ada pula sejumlah vila yang pengelolaannya di bawah Perum Jasa Tirta I.

"Tiap akhir pekan biasanya ramai pengunjung baik rombongan kecil maupun rombongan besar seperti rombongan tamu dari perusahaan," ujar Bayu Pramadya.

3 dari 3 halaman

Riwayat Bendungan

Bendungan Karangkates dan Lahor saban hari selalu ramai pengunjung. Jalan yang membelah waduk sekaligus penghubung Kabupaten Malang dan Blitar kerap dipenuhi anak – anak muda untuk menikmati senja.

Bendungan Karangkates atau biasa pula disebut Bendungan Sutami dibangun pada 1977. Awal dibangun, bendungan mampu menampung 400 juta meter kubik.

Namun sekarang hanya mampu menampung sekitar 160 juta meter kubik. Menyusut akibat sedimentasi.

Air memanfaatkan aliran Sungai Brantas. Bendungan berfungsi sebagai penyedia air baku. Juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik (PLTA) berdaya 488 KWH per tahun. Serta digunakan juga untuk pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).

Waduk ini juga menyediakan air untuk irigasi persawahan seluas 1.100 hektar sekaligus berfungsi sebagai pengendali banjir. Namun yang jelas, waduk ini juga salah satu tempat favorit bagi warga untuk berpelesir.

Simak video pilihan berikut ini:

Loading