Sukses

Kebun Buah Qurani Bakal Hadir di Purbalingga, Seperti Apa?

Liputan6.com, Purbalingga - Belakangan, segala sesuatu yang berbau syar’i sedang menjadi tren. Salah satunya adalah wisata syariah.

Rupanya ini diendus oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Martani, Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga yang hendak menghadirkan sebuah destinasi wisata baru bernama Lembah Silangit.

Lembah Silangit adalah sebuah obyek wisata berbasis potensi air. Salah satu yang hendak dikembangkan adalah wisata syariah berupa kolam renang syariah, yakni kolam renang khusus untuk perempuan.

Tak hanya itu, obyek wisata ini juga akan dilengkapi dengan kebun buah-buahan. Buahnya pun khusus, yaitu buah yang tercantum dalam kitab suci umat Islam, alias buah-buahan Qurani.

Seperti diketahui, beberapa buah memang disebut dalam Al Quran. Misalnya, kurma, zaitun, tin, anggur dan sejumlah buah lain.

Jumat (8/11/2019), Obyek Wisata Lembah Silangit mulai dibangun, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi.

Kepala Desa Patemon, Sugiyono bilang, keinginan warga untuk membangun obyek wisata Lembah Silangit dipicu keberadaan sumber daya alam berupa air di lembah yang luar biasa. Tetapi, aliran air ini tidak dapat digunakan untuk pertanian.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 3 halaman

Kolam Renang Syariah

Karenanya, mereka ingin memanfaatkan air yang mengalir di lembah Silangit ini untuk obyek wisata. Harapannya, dengan pemanfaatan untuk wisata, potensi air ini akan bernilai ekonomi lebih tinggi dibanding pertanian.

“Digarap sebagai lahan pertanian, hanya sedikit warga yang menerima manfaat,” ucap Sugiyono.

Rencananya obyek wisata ini akan dilengkapi dengan danau, kebun buah Qurani, kebun bunga, dan kolam renang syariah khusus untuk perempuan.

“Termasuk akan menggarap sebuah sendang yang ada di lokasi, yakni sendang Pucung, sendang Kali Badak serta mata air Kali Klewung yang mengalir deras sepanjang masa,” dia menjelaskan.

Kini Pemdes telah memiliki anggaran setidaknya Rp 500 juta. Anggaran yang berasal dari Bantuan Gubernur senilai Rp 200 juta dan Dana Desa (DD) Rp 200 juta. Selain itu, BUMDes juga memberi kesempatan warga desa untuk penyertaan modal.

Penyertaan modal dari masyarakat yang berhasil terkumpul senilai Rp 100 juta. Penyertaan modal dibuka untuk masyarakat agar warga turut memperoleh pendapatan jika obyek wisata ini berkembang.

“Agar pendapatan desa dapat naik, dimana akan dimanfaatkan untuk membantu warga Patemon. Seperti memberikan BPJS Kesehatan, bea siswa bagi anak desa yang berprestasi sampai ke perguruan tinggi,” dia menerangkan.

3 dari 3 halaman

Ramadan 2020 Lembah Silangit Beroperasi

Lembah Silangit ditarget sudah siap dikunjungi oleh wisatawan pada Ramadan 2020. Pada awal puasa itu, pengunjung sudah dapat menikmati cafe di atas danau dan kebun buah.

Pengunjung juga dapat ngabuburit serta buka puasa bersama dengan pemandangan danau seluas tiga hektare. Tak menutup kemungkinan, seluruh tanah bengkok seluas 30 hektare akan dijadikan obyek wisata.

“Bantuan gubernur dimanfaatkan untuk akses jalan menuju lokasi,” ujarnya.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi keinginan masyarakat Patemon yang membangun lokasi wisata dengan memanfaatkan lahan bengkok desa. Terlebih nantinya keberadaan obyek wisaya ini dikelola secara mandiri melalui BUMDes.

Salah satu sumber modalnya juga berasal dari iuran warga Patemon. Penyertaan modal ini memungkinkan warga desa memperoleh pendapatan tambahan sesuai dengan perkembangan obyek wisata.

“Karena masyarakat Patemon sangat antusias dan semangat dalam membangun obyek wisata Lembah Silangit ini, maka saya tidak ragu-ragu untuk turut serta membantu pembangunan obyek wisata ini. Tahun 2020 akan saya bantu untuk pembangunan Lembah Silangit ini sebesar Rp 100 juta,” ucap bupati.

Dia berharap berharap obyek wisata Lembah Silangit ini dapat segera terbangun dan segera beroperasi agar dapat dikunjungi wisatawan. Manajemen yang dikelola BUMDes diminta untuk merekrut orang-orang yang mumpuni sehingga Lembah Silangit dapat menjadi obyek wisata unggulan di Kabupaten Purbalingga.

“Meski skala desa, BUMDes harus semangat dan mampu bersaing dengan obyek wisata yang serupa di Purbalingga,” katanya.

Loading