Sukses

Yang Baru, Pesan Andong di Malioboro Lewat Aplikasi

Liputan6.com, Yogyakarta Terobosan di era digital mulai menyasar alat transportasi tradisional di daerah. Tidak terkecuali, andong, yang menjadi ikon transportasi lokal di Yogyakarta.

Grab bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menghadirkan layanan baru yang bisa dinikmati wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. Layanan yang diberi nama GrabAndong ini memungkinkan wisatawan memesan andong melalui aplikasi Grab secara langsung.

“Peluncuran GrabAndong ini ternyata jadi trending topic di media sosial, 70 persen wisatawan sudah menggunakan digital, 54 persen wisatawan adalah milenial, jadi penggunaan platform digital seperti ini sangat tepat,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat peluncuran GrabAndong di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta, Jumat (23/8/2019) malam.

Ia mengapresiasi inisiatif Grab mendukung Wonderful Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas moda transportasi lokal ikonis yang dapat memberikan pengalaman baru dan unik serta menjadi daya tarik wisatawan. Terlebih, Yogyakarta melalui Joglosemar termasuk dalam salah satu dari lima destinasi super prioritas di Indonesia.

Arief berharap transportasi tradisional yang berkolaborasi dengan perangkat digital bisa meningkatkan jumlah wisatawan Yogyakarta. Data Dinas Pariwisata DIY mencatat jumlah turis yang berkunjung ke Yogyakarta meningkat setiap tahun. Pada 2017, rata-rata jumlah turis yang datang ke Yogyakarta mencapai 435.775 orang dan 50 persen berkunjung ke Malioboro.

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menuturkan GrabAndong merupakan bentuk dukungan Grab untuk melestarikan ragam kekayaan tradisi dan juga budaya Yogyakarta.

“Kami juga berusaha meningkatkan penghasilan dari mitra GrabAndong  dengan meningkatkan produktivitas mereka,” kata Neneng.

Saat ini, sebanyak 26 dari 500 andong yang tersebar di Malioboro sudah menjadi mitra GrabAndong. Rencananya, dalam kurun waktu enam bulan, Grab akan menambah jumlah mitra menjadi 200 andong.

 

2 dari 2 halaman

Cara Pesan

Selama masa peluncurannya, GrabAndong hanya akan beroperasi secara terbatas di sepanjang kawasan Malioboro. Kawasan ini memiliki sejumlah tempat atau spot bersejarah, seperti Tugu Yogyakarta, Benteng Vredeburg, Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Titik Nol Kilometer, gedung BNI, Alun-Alun Utara, Keraton Yogyakarta, dan Masjid Agung Kauman.

Cara pesan GrabAndong juga tidak sulit. Pertama, buka aplikasi Grab dan pilih menu explore car, selanjutnya pilih rent andong. Kedua, pengguna bisa memilih tempat jemput dan lama waktu perjalanan. Ketiga, pengguna memilih tipe pembayaran, yakni menggunakan OVO atau secara tunai.

Harga rental andong untuk satu jam pertama sebesar Rp 150.000. Apabila ada kelebihan waktu atau overtime maka dikenakan biaya tambahan 1.250 per menit.

Kehadiran GrabAndong juga tak lepas dari kerja sama Grab dengan Paguyuban Andong di DIY dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebagian dari pendapatan yang diperoleh dari GrabAndong akan diserahkan kepada paguyuban untuk membantu perawatan kuda.

“Setiap hari kuda kami awasi secara intensif, mulai dari membersihkan kuda, merawat sepatu kuda, dan memandikan kuda,” ujar Purwanto, Ketua Paguyuban Andong DIY.

Ia menyebutkan andong setiap hari beroperasi tidak lebih dari tujuh jam. Saat beristirahat di tengah pekerjaan pun, kuda selalu diberi minum.

Simak video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Heboh Sosok Mistis 'Aisyah' Order Ojek Online di Yogyakarta
Artikel Selanjutnya
Saat Kapolda DIY Irjen Dofiri Terharu Lihat Vespa Hijau Buluk