Sukses

Pesan Damai Puluhan Ribu Warga pada Puncak Perayaan HUT Bhayangkara di Garut

Liputan6.com, Garut - Sekitar 20 ribu warga Garut, Jawa Barat, mendeklarasikan penolakan tindakan kekerasan dan kerusuhan, yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, pada puncak perayaan HUT ke-73 Bhayangkara.

Dalam sebuah baliho besar berukuran raksasa sebesar 20 meter pesegi, yang dibentangkan puluhan anggota kepolisian, terlihat jelas bentuk penolakan itu. Para warga kota intan Garut menyatakan tekadnya, perang terhadap segala bentuk kerusuhan dan kekerasan.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan rangkaian perayaan HUT ke-73 Bhayangkara tahun ini berlangsung sukses.

"Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi momentum refleksi diri bagi Polri, bukan sekadar perayaan yang bersifat seremonial," ujarnya, Minggu, 23 Juni 2019.

Menurutnya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002, polisi memiliki tugas utama untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk penegakan hukum yang tegas, tanpa menanggalkan nilai budaya masyarakat.

"Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat," ujarnya.

Mengusung tema 'Dengan Semangat Promoter, Pengabdian Polri untuk Masyarakat, Bangsa, dan Negara,' pesta perayaan HUT Bhayangkara di Garut cukup meriah.

Untuk membantu warga, lembaganya menugaskan seluruh polsek di wilayah hukum Garut, berlomba menggelar ragam kegiatan sosial, mulai santunan yatim piatu, donor darah, makan bareng tahanan, dan lainnya.

Selain deklarasi, dalam kesempatan itu, tak lupa ribuan warga menyuarakan dukungan penegakan hukum bagi Polri, untuk menjerat pihak yang sengaja melakukan kerusuhan, penyebar hoaks, ujaran kebencian, dan isu SARA yang dapat memecah belah NKRI.

Budi berharap, melalui kegiatan HUT ke-73 Bhayangkara ini keberadaan Polri di masyarakat bisa menjadi mitra utama warga dalam menjalankan aktivitas kemasyarakatan.

2 dari 3 halaman

NKRI Harga Mati

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, dalam momen puncak perayaan HUT ke-73 Bhayangkara, lembaganya meminta masyarakat kembali bersatu dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," kata dia.

Dimeriahkan bintang tamu para artis dan pemeran sinetron dan film layar lebar 'Preman Pensiun', kegiatan terlihat lebih hidup dengan banyaknya warga yang datang.

"Silahkan yang mau berfoto dengan bintang film Preman Pensiun," ujar Kepala Dinas Perhubungan Suherman, yang ikut memandu jalannya  jalan santai.

Kesempatan itu digunakan dengan baik oleh warga untuk berswafoto dengan para bintang film yang diangkat dari serial sinetron tersebut. "Hatur nuhun kanggo masyarakat Garut yang telah berpartisipasi dalam kegiatan HUT Bhayangkara, selamat menikmati," ujar Kang Mus, pemeran utama film 'Preman Pensiun' menyapa warga.

Bahkan, ratusan anggota TNI-Polri yang sengaja dikumpulkan dari seluruh polsek dan koramil tersebut, lebih akrab dan membaur dengan warga.

Sesekali warga pun tak sungkan berfoto dengan aparat keamanan negara tersebut. "Mari bergembira bergandengan tangan memperingati HUT Bhayangkara ke-73 ini," pinta dia.

Dengan tingginya animo warga, Rudy berharap seluruh masyarakat Garut, kembali bersatu tanpa mengedepankan perbedaa, terutama pascapemilu. "Dan tentunya kita juga bahu-membahu dalam satu koordinasi TNI-Polri," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Pesta Kemeriahan HUT Bhayangkara

Pelaksanaan HUT ke-73 Bhayangkara tahun ini terbilang cukup meriah. Puluhan hadiah menarik sengaja dihadirkan Polres Garut, untuk memanjakan masyarakat.

Sebut aja satu unit mobil pikap, lima sepeda motor, 20 sepeda gunung, serta puluhan hadiah menarik lainnya.

Tahun ini, puncak kegiatan peringatan HUT ke-73 Bhayangkara dipusatkan di Lapang Sarana Olah Raga (SOR) Gelora Merdeka atau Kerkof.

"Jadi warga sengaja jalan santai dulu mengitari beberapa titik jalan protokol kabupaten," ujar Budi.

Kegiatan diawali dengan gerak jalan santai, yang mengambil star di Alun-Alun Garut dan finis di Lapang Kerkof. Belasan gerobak makanan khas warga seperti mi bakso, kupat tahu, bakso aci, siomay dan lainnya langsung disambar warga begitu memasuki area kegiatan yang disediakan gratis itu.

Acara kemudian dilanjutkan dengan senam poco-poco, deklarasi damai dan penolakan kekerasan hingga pengundian puluhan hadiah menarik, yang telah disediakan Polres Garut selaku panitia lomba kegiatan.

Hasilnya, hadiah utama satu unit mobil pikap dimenangkan Neni Yudho (55), warga Kampung Jambansari, Desa/Kecamatan Bayongbong. Sedangkan, lima unit sepeda, berhasil diraih Nurhalimah, Iing Priantini, Dede Kardi Resdiana, Rafiqri Irawan, dan Rijal.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading