Sukses

Seorang Pria Hilang Misterius di Lereng Gunung Slamet

Liputan6.com, Banyumas - Sebagaimana desa-desa lain di lereng Gunung Slamet, Desa Kemutug Lor adalah desa yang menjanjikan sensasi pemandangan nan menakjubkan. Hutan dan sawah di lereng pegunungan menjanjikan sensasi pilih tanding.

Masyarakat Kemutug Lor, rata-rata berprofesi sebagai petani. Itu termasuk Diro (50) warga RT 01/02 Kemutug Lor Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.

Selasa pagi, 11 Desember 2018, seperti biasa Diro berangkat ke sawah. Sebelum pergi ke sawah, Diro pun sempat mengantar istrinya, Rasih ke Pasar Rempoah untuk membeli kebutuhan dapur.

Tak ada yang aneh hari itu, sampai ketika pukul 14.00 WIB, Diro tak kunjung pulang. Kebiasaan Diro bertahun-tahun, sekitar jam-jam itu ia pulang untuk beribadah dan tentu, mengisi perut.

Rasih yang hafal betul kebiasaan ini pun mulai curiga bahwa suaminya hilang di sawah lereng Gunung Slamet. Rasih menyusul Diro ke sawah.

Namun, di sawah, Rasih tak menemukan Diro. Khawatir terjadi apa-apa dengan suaminya, Rasih lantas melaporkan raibnya sang suami kepada Ketua RT dan tetangga-tetangganya.

Pukul 15.00 WIB perangkat desa dan warga Kemutug Lor mulai mencari keberadaan Diro. Yang pertama dilakukan, tentu menuju sawah milik keluarga Diro. Di sana tak ada tanda-tanda keberadaannya.

Dakum (56) warga RT 04 RW 05 Desa Kemutug Lor, yang sawahnya berjejeran dengan Diro mengaku sempat bersama dengan Diro hingga matahari menggelincir ke barat. Lewat tengah hari, Dakum mendahului pulang.

"Menurut keterangannya sekitar pukul 13.00 WIB Dakum sempat beraktivitas di sawah bareng dengan Diro," kata Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Adi Chandra, Rabu (12/12/2018), menjelaskan peristiwa orang hilang di desa lereng Gunung Slamet.

 

2 dari 2 halaman

Baju Diro di Pinggir Sungai Belot

Lantas mereka mencari keberadaan Diro ke sekitar sungai Belot yang berhulu di lereng Gunung Slamet. Sungai ini terletak di sebelah barat sawah Diro.

Beberapa warga sempat pula mencari ke kedhung atau lubuk sepanjang sungai Belot. Namun, hingga sore, Diro hilang bak ditelan bumi.

Usai menerima laporan orang hilang, tim search and rescue (SAR) gabungan pun turun ke lokasi. Malam harinya, mereka melanjutkan pencarian bersama masyarakat Kemutug Lor.

Pukul 22.00 WIB Tim SAR gabungan fokus pada aliran sungai. Sebagaimana diketahui, Diro memiliki kebiasaan mencuci cangkul dan membersihkan diri setelah beraktivitas di sungai ini.

"Asumsi Diro dimungkinkan terpeleset ke sungai. Namun ini masih asumsi. Pencarian sampai sejauh 1,5 km dari titik kebiasaan Diro mencuci cangkul sampai pukul 00.00 WIB," Chandra menjelaskan.

Selain mencari ke sungai, seluruh kerabat, sanak saudara dan orang-orang yang dikenal pun dihubungi. Namun, keberadaan Diro nihil.

"Diro tidak memiliki penyakit bawaan, gangguan jiwa dan tidak ada permasalahan keluarga. Terakhir kali, Diro memakai kaus pendek motif lorek," dia menambahkan.

Menindaklajunjuti laporan dugaan orang tenggelam, Basarnas Pos SAR Cilacap memberangkatkan satu regu tim rescue ke Kemutug Lor, Baturraden, Banyumas. Regu ini berperalatan penyelamatan air lengkap.

Juru bicara Basarnas Pos SAR Cilacap, Saeful mengetakan meski keberadaan Diro masih simpang siur, tetapi tim menemukan baju Diro di sungai ini. Diduga kuat, Diro ada di sungai Belot.

"Pencarian sampai hari ini akan kita lakukan penyelaman oleh anggota Basarnas dengan kedalaman sekitar 3 meter di tempat kejadian sampai saat ini hasil masih nihil," ucap Saeful.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Malaysia Larang Warga Israel Ikut Acara di Negaranya

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
5 Kisah Misteri Hilangnya Orang Terkenal yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri
Artikel Selanjutnya
Sensasi 'Biketourrundance' di Lereng Gunung Slamet bikin Pagi Jadi Gereget