Sukses

Belanja Murah Produk Kulit Garut, Harga Lokal Rasa Global

Liputan6.com, Garut - Jika Anda igin berburu busana berbahan dasar kulit binatang dengan harga miring, wajib memasukkan kawasan kulit Sukaregang, Garut, Jawa Barat dalam daftar petualangan belanja berikutnya.

Ragam jaket, tas, dompet, sepatu, sandal, sabuk hingga souvenir berbahan dasar kulit asli lainnya, siap memanjakan hasrat belanja. Seluruh produk yang dipajang merupakan hasil karya lokal yang tidak kalah dengan impor.

"Harganya juga standar, pas dengan isi kantong kita," ujar Sukandar, salah seorang pembeli asal Indramayu, ditemui Liputan6.com, saat belanja di toko Fawwaz, Leather Industries, Sukaregang, Garut, Sabtu (30/6/2018) sore.

Seluruh kebutuhan fashion berbahan dasar kulit binatang asli tersebut, tersedia lengkap di kota dodol Garut. Para desainer lokal, yang selalu update model fashion sosialita dunia, ikut memudahkan pengunjung mengikuti model terkini.

"Bahkan kita pun ternyata bisa memesan sesuai model yang kita inginkan," ujar dia yang berencana membeli dompet kulit modelterkini.

Sesuai model tas laki-laki gaul saat ini, model tas jinjing berkelir coklat yang ia harapkan, sesuai dengan harga yang ditawarkan. "Cukup (harganya) sih kalau melihat model dan kualitasnya," ujar dia selepas membeli tas incarannya itu.

Adapun kalangan wanita yang didominasi emak-emak, lebih tertarik membeli dompet dan jenis tas dengan merk lokal Favirut.

"Nama aslinya Favillon, ini jenis lokalnya, tapi asli kulit," ujar Coki, (30) pelayan gerai Fawwaz sambil tersenyum, menjelaskan produk KW produk terkenal tas dunia itu.

Menurutnya, kawasan fashion kulit Sukaregang sejak lama dikenal memiliki produk kulit yang yahud. Deretan tas, dompet, topi, jaket, sepatu dan sandal hingga souvenir tersedia lengkap di sana.

"Beli oleh-oleh dodol kurang lengkap tanpa beli produk kulit," ujar dia.

Ia mencontohkan harga tas gaul ibu-ibu dengan merk Favirut dijual mulai harga Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta per unit, sementara sandal perempuan dijual mulai Rp 60-125 ribu per pasang. "Kalau sepatu perempuan, kita jual mulai Rp 150 sampai Rp 250 ribu," kata dia.

Khusus produk jaket kulit yang jadi idola kaum adam, rata-rata gerai kulit Sukaregang mulai menjualnya di angka Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta. Ukuran, model serta warna mempengaruhi harga yang ditawarkan.

"Semakin terang warna biasanya semakin mahal harga jaket," ujarnya.

Sementara harga tas full up yang saat ini tengah jadi tren laki-laki gaul ibukota, mulai dibanderol dari Rp 400-800 ribu per unitnya. "Itu harga di Garut tidak tahu jika dijual di luar," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Kualitas Global Harga Lokal

Meskipun digarap tangan lokal, tapi jangan salah, seluruh barang yang dihasilkan, memiliki kualitas tak kalah ciamik dibanding produk impor.

Tas, topi, jaket dan sepatu bahkan sudah standar nasional. "Biasanya kalau reseller membeli dari sini (Sukaregang) dengan partai banyak, tapi tanpa merk, nanti mereka jual lagi dengan merk sendiri," ujar Coki menambahkan.

Tak jarang saat produknya sudah memasuki gerai atau butik terkenal kota besar, harga yang dijual pun bisa berkali-kali lipat.

"Lihat saja harga jaket kulit di Jakarta, coba tebak berapa paling murah," ujar dia mencontohkan salah satu produk jaket kulit yang sudah masuk butik ibukota.

Fitri, pemilik toko kulit Altisa menambahkan, seluruh produk fashion bahan kulit Sukaregang, sudah lama dikenal awet oleh pengunjung, selain harganya yang terbilang ramah dompet, juga kualitas barang berani diadu.

"Karena kita bahan kulit asli semua bukan campuran ataupun imitasi," ujarnya.

Ia mencontohkan tas Favirut yang tengah digandrungi ibu-ibu, dibuat dengan bahan dasar kulit sapi asli, dengan sentuhan aksesoris dan model terbaru, akhirnya mampu mendekati kualitas merk tas aslinya, Favillon.

"Kalau harga tas aslinya kan puluhan hingga ratusan juga, kalau Favirut paling mahal paling Rp 1 juta," ujar dia.

Begitu pun dengan jaket kulit Garut yang sudah dikenal luas kualitasnya. Sengaja dibuat dari kulit domba asli tanpa campuran bahan lain.

"Meskipun panas kan jaketnya tetap tidak ikut panas, itulah salah satu keunggulannya jaket kulit produk Garut," kata dia.

3 dari 3 halaman

Pengunjung Jabodetabek Masih Primadona

Fitri menambahkan, saat ini pangsa pasar terbesar masih didominasi pengunjung dari Jabodetabek. Biasanya mereka menggunakan momen akhir pekan atau libur nasional untuk belanja produk.

"Tapi pekan ini agak lesu, mungkin baru saja lebaran, pas surudan (ramai belanja) kemarin banyak sekali," kata dia.

Hal yang sama diakui Coki, pelayan Fawwaz Leather. Menurutnya akhir pekan ini tidak terlalu ramai jika dibanding saat setelah lebaran Idul Fitri tiba. "Tapi biasanya pekan nanti juga ramai lagi," kata dia.

Ia mengakui, hingga kini momen akhir pekan merupakan lompatan tinggi belanja pengunjung, tak ayal deretan mobil dengan plat Bandung, Jakarta dan sekitarnya, selalu membanjiri salah satu pusat industri kerajinan kulit terbesar Jawa Barat itu.

"Memang hari biasa pun ramai, tali tidak seramai akhir pekan, pengunjungnya banyak bahkan kadang warga asing pun ada," papar dia.

Penasaran dengan produk kulit kualitas dengan harga pas di dompet. Siapkan akhir pekan anda untuk mengunjungi kawasan Sukaregang Garut. Ratusan gerai produk fashion berbahan kulit siap memanjakan belanja keluarga anda.

Loading
Artikel Selanjutnya
Babak Baru Sengketa Pilkades Serentak di Tangan Pemda Garut
Artikel Selanjutnya
Pamit Bertapa di Gunung, Pria Ini Ditemukan Tewas di Hutan