Sukses

Mengapa Garuda Indonesia Belum Terbang ke Raja Ampat?

Papua - Meski Raja Ampat telah menjadi destinasi wisata unggulan Tanah Air saat ini, tetapi maskapai milik pemerintah, Garuda Indonesia, belum membuka jalur penerbangan ke sana.

Manajer Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Branch Office (BO) Jayapura, Octavianus Tampi mengatakan, hingga kini pihaknya belum berencana membuka rute ke Raja Ampat, Papua Barat. Sebab, jumlah pesawat jenis ATR (Avions de Transport Regional) masih terbatas.

"Tergantung ketersediaan pesawat, armada yang digunakan kalau ke Raja Ampat jenis ATR kapasitas 70 kursi, sedangkan pesawat Garuda jenis ATR telah digunakan di daerah lain di Indonesia," kata Octavianus, di Kota Jayapura, Papua, kepada Kabarpapua.co, Rabu, 21 Februari 2018.

Walau belum melayani rute Raja Ampat, tapi untuk daerah lainnya di Papua, Garuda Indonesia telah membuka penerbangan menggunakan pesawat ATR.

Adapun daerah yang dilayani menggunakan pesawat ATR, yakni Biak-Nabire, Nabire-Timika dan sebaliknya, Nabire-Jayapura dan sebaliknya, serta Nabire-Biak.

Baca berita menarik lainnya dari Kabarpapua.co di sini.

2 dari 2 halaman

Baru Satu Maskapai ke Raja Ampat

Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, terkenal dengan objek wisatanya yang sangat indah. Untuk sampai ke daerah ini apabila menggunakan pesawat, penerbangan dimulai dari Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit sampai ke Bandara Marinda, Raja Ampat.

Informasi yang dihimpun KabarPapua.co, saat ini baru satu pesawat penumpang yang terbang ke Raja Ampat dari Sorong yakni Wings Air, anak perusahaan Lion Group.

Manajer Area Papua Lion Group, Agung Setyo Wibowo mengatakan, sejak tahun 2017 pihaknya telah melayani masyarakat dari dan ke Raja Ampat walau masih menggunakan satu pesawat jenis ATR.

"Satu hari satu flight dari Sorong ke Raja Ampat, nanti connecting hub-nya ada di Sorong. Harga tiket cukup murah hanya Rp 300 ribu per seat dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit," kata Agung.

Membuka penerbangan ke Raja Ampat, kata Agung, berdasarkan permintaan dari pemerintah setempat agar akses ke daerah itu lebih mudah lantaran beberapa tahun terakhir menjadi pusat perhatian semua orang karena keindahannya.

Agung pun memastikan belum melakukan penambahan armada. Sebab, satu unit yang disediakan untuk melayani masyarakat ke daerah itu dinilai memadai.

Simak video pilihan berikut ini: