Sukses

Ular Sanca Jalan-Jalan di Dalam Gerbong Kereta Kertajaya, Milik Siapa?

Liputan6.com, Tegal - Sebuah video yang merekam seekor ular yang berkeliaran di dalam gerbong kereta api mendadak viral. Akibat ular yang melata itu, puluhan penumpang KA panik dan ketakutan.

Video itu diunggah oleh pemilik akun media sosial (medsos) Twitter @hedwigus, Rabu sore, 21 Februari 2018. Video berdurasi 56 detik itu direspons banyak warganet. Hingga pagi tadi, video sudah ditonton lebih dari 9.000 kali, di-retweet 265 kali, dan dikomentari 36 kali.

Kepala Stasiun Tegal, Pratomo Priambodo, membenarkan peristiwa penemuan ular di dalam gerbong KA. Ia menambahkan, kemunculan ular itu terjadi sesaat sebelum KA dari arah Pekalongan menuju Stasiun Tegal.

"Jadi, itu KA Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta. Kemunculan ular di dalam gerbong 14 hari Rabu pagi tadi," kata dia.

Ular yang diduga berjenis sanca batik atau Retic Tiger Strip itu muncul dari bawah kursi penumpang saat kereta mendekati Stasiun Tegal.

Kemunculan ular tersebut mendadak sontak membuat kaget semua penumpang dalam kereta. Mereka panik dan mencoba mengusir ular yang ukurannya cukup besar itu.

Tak lama kemudian, dua penumpang laki-laki berhasil menangkap ular dan mengamankanya. Hingga saat ini, ucap Pratomo, belum diketahui siapa pemilik ular tersebut.

Dia menduga, ada salah satu penumpang yang membawa ular dan lolos dari pemeriksaan. Kendati demikian, tidak ada satu pun penumpang yang mengaku sebagai pemilik ular itu.

"Dan juga kami menemukan kotak yang diduga digunakan untuk menyimpan ular. Tapi tidak ada satu pun penumpang yang mengakuinya," ucapnya.

Saat ini, kata Priambodo, ular tersebut diamankan di Kantor Polisi Khusus Kereta Api. "Sudah kita amankan ular itu di dalam kandang besi," kata dia.

 

 

1 dari 2 halaman

Ular Paling Istimewa se-Asia

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, ular sanca batik yang bernama latin Reticulated Python merupakan hewan melata yang bisa membahayakan manusia. Ular itu bisa memiliki panjang maksimum sekitar 10 meter.

Meski berbahaya, ular di daerah perkotaan sangat bermanfaat karena akan memangsa tikus dan kucing liar. Dalam alam liar, ia memangsa pada mamalia besar, seperti rusa, babi, dan hewan pengerat.

Bahaya bagi manusia, ular ini tidak takut untuk membela dirinya dan akan menggigit kapan pun. Saat merasa terancam, ia akan mempersiapkan diri dengan berpose bentuk 'S' dan strike mereka berjangkau cukup panjang tergantung panjang tubuh ular tersebut.

Ular ini memiliki banyak gigi berlengkung. Mereka memiliki pegangan yang sangat kuat dan sangat susah dilepaskan jika tergigit. Hewan ini berpotensi menyekik manusia hingga mati karena mereka memiliki otot tubuh yang sangat kuat, meski sangat jarang manusia diserang ular ini.

Dengan status konservasi dan terancam, ular sanca batik dimanfaatkan secara komersial untuk perdagangan kulit hewan. Dari 2000 hingga 2007, Indonesia mengekspor 1,247,076 ular sanca liar demi mode. Ular sanca batik tidak memiliki masalah konservasi di Indonesia (tidak terdaftar pada IUCN Red List).

Saksikan video pilihan berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Kehilangan Uang Rp 30 Ribu, Warga Pekalongan Bacok Tetangganya
Artikel Selanjutnya
Cerita Sedih Pelajar Pekalongan Usai Gerhana Bulan Total