Sukses

Teka-teki Jasad Bayi Berbalut Kain di Kebun Sawit

Liputan6.com, Siak - Warga Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, dikagetkan dengan penemuan jasad bayi perempuan yang dikubur di sekitar areal PT RAPP.

Lisana Waruwu (23), seorang warga yang tinggal di areal PT RAPP, Barak Kelantan Kampung Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Siak, Selasa pagi, 30 Januari 2018, mencium aroma yang tidak sedap saat mengambil daun ubi.

"Saat saksi hendak mengambil daun ubi, ia terpeleset di tanah liat yang masih basah. Ia pun memanggil Faduhusi Waruwu untuk menolongnya dan mencari tahu asal bau busuk tersebut," kata Kapolresta Siak, AKBP Barliansyah, melalui Kapolsek Sungai Mandau, Iptu M. Alchusori, dilansir Antara.

Dia menjelaskan, Faduhusi pun menggali tanah liat basah itu untuk memastikan bau busuk tersebut. Ia kaget saat melihat ada jasad bayi perempuan di dalamnya.

Kedua saksi lalu melaporkan penemuan mayat bayi perempuan itu ke Polsek Sungai Mandau.

"Kanit Reskrim Polsek Sungai Mandau langsung melakukan olah TKP dan menanyakan saksi-saksi. Berdasarkan keterangan warga setempat, semua masyarakat di sekitar sudah berkeluarga dan tidak ada yang sedang hamil," ia mengungkapkan.

Menurutnya, bayi malang yang dibalut dengan kain itu sudah beberapa hari dikubur, lantaran saat ditemukan sudah berbau busuk. "Setengah dari badan bayi dibalut dengan kain, sepertinya umur bayi baru beberapa hari setelah dilahirkan," sebutnya.

 

 

2 dari 2 halaman

Orangtua Bayi Terkuak

Jasad bayi perempuan yang ditemukan terkubur di areal PT RAPP, Barak Kelantan, Kampung Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Siak, Provinsi Riau, pada Selasa pagi itu diduga hasil dari hubungan gelap SN dan AN.

"Mayat bayi perempuan itu dilahirkan oleh perempuan berinisial SN, kemungkinan itu hasil dari hubungan gelap bersama kekasihnya AN," kata Kapolres Siak, AKBP Barliansyah melalui Kapolsek Sungai Mandau, Iptu M Alchusori, di Siak, Rabu, 31 Januari 2018.

Perempuan muda itu ditangkap tim Reskrim Polsek Sungai Mandau pada hari penemuan bayi di rumahnya. Awalnya, ia tidak mau mengakui bahwa jasad bayi perempuan yang ditemukan Lisana Waruwu dan Faduhusi, warga setempat adalah bayinya yang dikubur setelah dilahirkan.

Alchusori menambahkan, berdasarkan keterangan warga setempat, masyarakat yang tinggal di sekitar areal tersebut sudah berkeluarga, kecuali SN.

"Untuk memastikan dugaan tersebut, pihak kepolisian bersama warga mendatangi rumahnya. Namun, SN sempat enggan membukakan pintu rumah. Bahkan, saat ditanyai mengenai mayat bayi tersebut, ia tetap mengelak dan banyak diam," ungkap dia.

Setelah terus diinterogasi, tersangka pun menangis dan mengakui kalau jasad bayi perempuan yang dikubur itu adalah bayinya. Dalam keterangan SN kepada kepolisian, bayi itu dikubur pada Sabtu, 27 Januari 2018, setelah dilahirkan. Kedua pengubur bayi itu beralasan bahwa bayi sudah meninggal dunia saat lahir.

"Pelaku selama ini juga menutupi kehamilannya dari warga sekitar, sehingga masyarakat tidak ada yang menyangka dia dalam keadaan hamil," ujar Kapolsek.

Saat ini, bayi telah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk diautopsi guna mengetahui benar atau tidak bayi tersebut dikubur lantaran sudah meninggal usai dilahirkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ibu Pembuang Bayi di Pesawat Etihad Mengaku Tak Lakukan Aborsi