Sukses

Duit Rp 100 Juta Raib Saat Ban Mobil Kempis, Kok Bisa?

Liputan6.com, Brebes - Seorang nasabah sebuah bank di Brebes, Jawa Tengah kehilangan duit Rp 100 juta yang baru saja ditariknya dari bank. Dia kehilangan uang sebanyak itu usai menjadi korban perampokan di tengah jalan.

Uang Rp 100 juta itu raib dirampas orang, Rabu 10 Mei 2017 sore, di Exit Tol Brebes Timur (Brexit). Menurut Wawan (38), sopir korban, sebelum dirampok ia baru saja mengantarkan bendahara RS Dera Asyifa Banjarharjo, Nely, mengambil uang di sebuah bank di Jalan Ahmad Yani, Brebes sekitar pukul 14.30 WIB.

Dengan mengendarai mobil dinas rumah sakit bernopol E 1745 YB ke bank, ia mengantarkan Nely mengambil uang milik RS Dera Asyifa Banjarharjo. Dari awal mereka tidak melihat ada gelagat mencurigakan, apalagi sampai sudah ditarget oleh pelaku perampokan.

"Semuanya nggak ada yang mencurigakan, saat itu tadi selepas dari bank langsung mau pulang ke kantor lewat tol Brexit," ucap Wawan kepada Liputan6.com di lokasi kejadian.

Tiba-tiba, 200 meter jelang simpang tiga Exit tol Brexit ban roda belakang sebelah kirinya kempis. Ia pun menepi di pinggir jalan untuk melihat kondisi ban.

"Sebelum sampai Exit tol Brexit, ban kiri belakang mobil kempis. Saya kemudian menepi. Karena tak membawa kunci untuk mendongrak ban, saya dipinjami warga sekitar," kata dia.

Beberapa warga yang melihat ada orang yang membutuhkan bantuan tak tinggal diam. Mereka memberikan bantuan untuk mencari pinjaman alat dongkrak.

"Ada tiga orang yang bantuin saya, dua warga dan satu orang lain yang ternyata hanya berpura-pura membantu dongkrak mobil. Satu orang berambut ikal gondrong belakang itu yang merampas tas yang dibawa Ibu Nely saat sedang duduk tak jauh dari mobil berhenti," beber dia.

Dua orang warga yang sedang mendongrak ban mobil terkejut mendengar teriakan seorang perempuan yang duduk tak jauh dari mobil berhenti.

"Dua warga yang saat itu sedang dongkrak ban kaget dengar suara teriakan. Ternyata satu orang yang ikut bantu tadi merampas tas berisi uang dan kabur membonceng sebuah sepeda motor yang dikemudikan seseorang pelaku lainnya," jelas dia.

Saat ban sudah dilepas, Wawan melihat ada lubang yang berisi peluru runcing yang diduga ditembakkan pelaku perampokan. Diduga pelaku menembak tepat mengarah di ban sebelum melancarkan aksinya.

Ditengarai peluru runcing yang tak biasa ini ditembakkan dari sebuah senjata rakitan yang telah di modifikasi kawanan perampok untuk membuat ban kempis. Pasalnya, selama perjalanan sampai ke lokasi kejadian, Wawan tak mendengar suara letusan tembakan.

"Ini tadi peluru tajamnya sudah dibawa polisi. Inilah ternyata yang menyebabkan ban mobil kempis. Benar-benar terencana para pelaku perampokan ini," ungkap dia.

Wawan kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Brebes. Hingga kini, Polres Brebes masih mengejar pelaku.

Informasi yang diterima Liputan6.com, dua kawanan perampok ini beraksi sangat rapih dan terencana. Karena tak ada kecurigaan dari korban sesaat sebelum perampokan terjadi.

Modusnya pun dengan menembak ban dan pelaku diduga sudah mengetahui nantinya mobil akan berhenti dimana.

Dua perampok ini berbagi tugas, satu sebagai eksekutor, satu lainnya sebagai pembantu melarikan diri dengan mengendarai sebuah sepeda motor Suzuki Satria FU.

Di saat lengah, pelaku yang berpura-pura membantu mendongrak ban mobil itu merampas tas berisi uang korban dengan tangan kosong.