Sukses

Curahan Hati Warga Patani Utara Jelang Kunjungan Kedua Jokowi

Liputan6.com, Halmahera Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengunjungi Desa Tapaleo, ibu kota Kecamatan Patani Utara pada hari ini, Senin (8/5/2017). Penelusuran Liputan6.com, wilayah yang menjadi pusat kunjungan kerja rombongan Presiden Jokowi itu tidak bisa ditempuh melalui jalur darat.

Sejak dimekarkan pada 2003 lalu, kondisi Kecamatan Patani Utara tak banyak berubah. Sarana dan parasarana transportasi di kecamatan yang terdiri dari enam desa itu tetap saja minim.

"Sejak Presiden Sukarno mengunjungi Desa Gemia hingga sekarang, warga di daratan Patani ketika ke Weda (ibu kota Kabupaten Halmahera Tengah) selalu menggunakan jalur laut, baik perahu kayu dan speedboat," kata Fahmi Wahab, Ketua Pemuda Desa Gemia, tetangga Desa Tapaleo, Kecamatan Patani Utara, kepada Liputan6.com, Sabtu, 6 Mei 2017.

Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, terdiri enam desa, yaitu Balifitu, Maliforo, Gemia, Tapaleo, Tapaleo Batudua dan Pantura Jaya. Mayoritas masyarakat setempat, sambung dia, bermata pencaharian sebagai petani pala, cengkih, kelapa dan nelayan.

"Ini yang menjadi keluhan warga Patani selama ini, karena ketika panen tiba itu kesulitan dibawa ke Ternate. Faktor kendalanya, jalan darat yang belum memadai dan transportasi yang belum maksimal," kata dia.

Fahmi mengatakan, akses jalan yang tersedia hanyalah jalan milik perusahaan tambang nikel dan kayu yang beroperasi di Weda. Jalan yang menghubungkan Weda ke daratan Patani berfungsi untuk akses mengangkut material dan bahan baku perusahaan.

"Pada jalan perusahaan ini bisa dilalui kendaraan tapi rawan kecelakaan. Bisa dilalui kalau mobil yang digunakan sesuai kondisi jalan," katanya.

Sementara, pemerintah, baik melalui APBD provinsi maupun APBN, hingga kini belum juga mengalokasikan anggaran untuk membangun jalan darat. "Iya mulai dari jaman Sukarno sampai sekarang (Jokowi)," ucapnya.

Maka itu, ia berharap kunjungan Presiden Jokowi ke daerahnya untuk kedua kalinya bisa berdampak signifikan pada penyediaan akses jalan warga, termasuk pembangunan jembatan di empat sungai yang ada di wilayah itu.

"Sebab, lewat laut itu kadang-kadang musim ombak kita tidak bisa lagi menyeberang," kata Fahmi.‚Äč

Loading