Sukses

Beli BBM Pakai Kupon di Pegunungan Tengah Papua

Liputan6.com, Yalimo, Papua - Antrean puluhan kendaraan roda dua langsung menyerobot masuk, sesaat setelah diresmikannya Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) Silfo Karya di Elelim, ibu kota Kabupaten Yalimo, Papua.

Kegembiraan terlihat di raut wajah sejumlah warga Elelim, Yalimo, Papua. Baru kali ini mereka bisa membeli premium atau solar yang harganya sama dengan Jakarta atau pulau lain di Jawa dan Sumatera.

"Mantap ini, harga sama dengan Jakarta. Biasanya kami membeli bensin per liter seharga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu," ucap Markus, salah satu pegawai negeri sipil di Dinas Sosial Yalimo yang ikut antre dalam pengisian BBM di APMS Silfo Karya, Elelim, Jumat, 16 September 2016.

Tak hanya Markus. Salah satu tukang ojek di kota ini, Wandi pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, juga sangat terbantukan dengan adanya BBM subsidi yang sudah mulai tersalurkan di Elelim.

"Ini juga dapat menekan harga ongkos ojek. Biasa harga terdekat kami hargai Rp 40 ribu, mungkin bisa berkurang tarifnya nanti," ujar dia.

Adapun Kepala Suku Yalimo, Kamandek Wandik menyebutkan dengan beroperasinya APMS sebagai agen resmi Pertamina, diharapkan dapat menjawab kerinduan masyarakat di Yalimo untuk pembelian harga BBM subsidi.

Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Papua. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Dia menuturkan harga tertinggi BBM di Yalimo, sekitar Rp 25 ribu. Tetapi jika musim liburan tiba atau hari raya, harga BBM bisa meningkat menjadi Rp 60 ribu bahkan Rp 100 ribu per liter.

"Saya pernah beli BBM waktu Natal tahun lalu seharga Rp 100 ribu per liter. Saya hampir pukul penjual BBM itu. Ini kan harga yang tidak masuk akal," ia mengungkapkan.

Pemilik APMS Silfo Karya, Irib Dabi mengaku tak mudah mendirikan APMS, terutama di wilayah Pegunungan Tengah, Papua. Dia telah merintis pendirian APMS sejak 2011 lalu dan baru hari ini bisa diresmikan dan melayani masyarakat di Yalimo dan sekitarnya.

"Anak daerah memilik APMS dan ini baru terjadi di Yalimo. Saya ucapkan terima kasih kepada Pertamina yang memprioritaskan anak asli Papua dalam kepemilikan APMS. Tahun 2011 ke bawah, memang APMS dikuasai oleh pengusaha umum, tetapi sejak 2011 ke atas, Pertamina memiliki program untuk memprioritaskan anak asli Papua dalam kepemilikan APMS," kata dia, Jumat, 16 September 2016.

Dia juga mengaku tak memiliki modal banyak dalam pendirian APMS. Hanya saja karena ada kemauan dan kerja sama dari semua pihak, APMS ini dapat mulai beroperasi.

2 dari 3 halaman

Beli Bensin Pakai Kupon

Pembelian BBM subsidi di hampir semua kabupaten di Pegunungan Tengah, Papua, dilakukan dengan menggunakan kupon. Hal ini untuk mempermudah penyaluran dan jatah BBM kepada masyarakat setempat.

"Setiap hari kami akan bagi 100 kupon. Untuk motor pengisian maksimal lima liter dan untuk mobil mencapai 20 liter. Harganya tetap sama dengan harga resmi Pertamina," kata Irib Dabi.

Penyaluran BBM lewat kupon juga untuk mengantisipasi tak ada kelangkaan BBM di Yalimo. "Jika kami layani masyarakat sampai stok kosong, kan juga tidak mungkin. Wilayah kami berada di pegunungan dan BBM hanya dapat diangkut dengan pesawat terbang," ia mengungkapkan.

Biasanya pembagian kupon dilakukan pada pagi hari, saat APMS ini baru buka dan hanya masyarakat yang mendapatkan kupon yang bisa dilayani dalam pembelian BBM itu.

Sales Eksekutif Retail Jayapura, Arief Wahyu Perdana menuturkan perjuangan pendirian APMS di sejumlah kabupaten biasanya terkendala pada izin dari pemerintah kabupaten/kota. Sementara Pertamina terus berupaya agar putra asli Papua memiliki APMS untuk mencukupi kebutuhan BBM masyarakatnya.

"Ini juga menjadi prioritas Presiden Joko Widodo dalam Papua Satu Harga BBM dan kami sudah memulainya sejak Agustus lalu, dimulai dari Kabupaten Pegunungan Arfak, Puncak, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Nduga dan Yalimo," ucap dia.

Arif mengakui tak mudah dalam menyalurkan BBM hingga ke pelosok Papua. Ia meminta kepada masyarakat setempat untuk mengawasinya.

"Ini salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat di Yalimo dan saya berharap semua pihak dalam mengawasi penyaluran BBM subsidi ini," tutur Arif.

3 dari 3 halaman

Program Papua Satu Harga BBM

Program Papua Satu Harga BBM dicetuskan Presiden Joko Widodo satau Jokowi aat bertatap muka dengan masyarakat Papua di Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Saat itu, masyarakat mengeluhkan tingginya harga BBM di Bumi Cenderawasih.

Presiden pun berjanji akan memberikan masyarakat Papua bisa menikmati harga BBM sama di wilayah Jakarta atau wilayah lainnya dengan harga yang telah ditetapkan secara nasional.

PT Pertamina Wilayah VIII Maluku-Papua menyebutkan ada derlapan kabupaten prioritas untuk pendirian APMS. Yakni di Kabupaten Pegunungan Arfak, Yalimo, Nduga, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Tolikara, dan Puncak.

"Kami memfokuskan kabupaten yang masuk dalam wilayah pegunungan tengah Papua. Untuk kabupaten yang terletak di pesisir, rata-rata sudah ada APMS-nya," kata Humas Pertamina setempat, Taufikurachman.

Sejumlah kabupaten yang telah beroperasi APMSnya, nantinya akan dibentuk agen penyalur ke sejumlah distrik untuk menyalurkan BBM bersubsidi hingga ke pelosok Papua.

"Agen penyalur ini adalah tanggung jawab pemerintah daerah. Harga Eceran Tertinggi (HET) karena ada biaya tambahan angkutan ke distrik, akan disesuaikan dengan kesepakatan pemda setempat, sehingga harga yang sampai di masyarakat tak melambung tinggi," ujar dia.

Perhitungan Pertamina, untuk menjangkau BBM hingga pedalaman Papua, diperlukan hingga Rp 680 miliar. Tetapi tahun ini yang dianggarkan hanya Rp 300-an miliar.

"Selisih dari anggaran itu tetap menjadi tanggung jawab Pertamina dengan subsidi pemerintah," ucap dia.

Beberapa maskapai penerbangan juga telah dikontrak Pertamina untuk mendistribusikan BBM ke kabupaten di Pegunungan Tengah, Papua. Ada sekitar lima maskapai penerbangan yang saat ini menjalin kerja sama dengan Pertamina.

"Paling besar distribusi ke Wamena, sebagai pintu masuk ke sejumlah kabupaten di Pegunungan Tengah Papua. Dari Wamena, BBM dapat diangkut dengan kendaraan roda dua ke lokasi tujuan," Taufikurachman menandaskan.