Sukses

Fakta Mengejutkan dari Bendera Robek di Halmahera Tengah

Liputan6.com, ​Halmahera Tengah - Kabar kain bendera lusuh dan robek di halaman depan Pos Kesehatan dan Rumah Bersalin Desa Kulo Jaya, Weda Tengah, Halmahera Tengah, ternyata menjadi perhatian TNI AD Maluku Utara.

TNI AD melalui koramil setempat memberikan bantuan bendera Merah Putih kepada instansi milik pemerintah itu. Bendera Merah Putih diantar langsung anggota Unit Inteldim 1505/Tidore dan Tim Intelrem 152/Babullah.

Anggota Intelrem mengungkapkan, pucuk petinggi TNI AD di Maluku Utara mendapati informasi sebuah bendera Merah Putih yang berkibar di instansi pemerintahan tersebut dalam keadaan tidak layak pakai. Kondisi bendera bahkan sobek dan lusuh.

Untuk mengetahui hal itu, Intelrem diperintahkan berkoordinasi dengan Danramil 1505-02/Weda, Kapten Inf Hasan Lestaluhu, untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Ia langsung mendatangi Rumah Dinas Bidan yang bersebelahan dengan Pos Kesehatan Desa dan Rumah Bersalin. Di lokasi setempat ditemukan salah seorang bidan bernama Trisna Santi (27). Di hadapan anggota TNI, pernyataan Trisna sangat mengejutkan.

Trisna mengaku bendera itu dikibarkannya menjelang 17 Agustus 2015 lalu, karena lupa diturunkan hingga menjelang 17 Agustus 2016. Artinya, bendera itu telah berkibar selama satu tahun nonstop. Akibatnya bendera kusam dan sobek lantaran terkena hujan panas.

Bendera merah putih lusuh dan sobek berkibar di salah satu kantor layanan instansi pemerintahan di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. (Facebook/Adhien April)

Mendengar penjelasan bidan itu, anggota Unit Intel Dim 1505/Tidore memberikan satu bendera Merah Putih kiriman koramil atas perintah Danramil 1505-02/Weda Kapten Inf Hasan Lestaluhu.

Selain memberikan bendera Merah Putih, anggota Unit Intel Dim 1505/Tidore, Maluku Utara, bersama tokoh pemuda setempat bernama Kusnadi membuat tiang bendera baru. Selanjutnya, mereka mengibarkan bendera Merah Putih di depan pos kesehatan dan rumah bersalin itu.