Sukses

Ayah di Makassar Banting Anaknya hingga Tewas

Liputan6.com, Makassar - Jamaluddin, seorang ayah di Makassar, tega membanting anaknya, Alib, yang masih berumur enam tahun ke tanah. Kepala bocah malang itu pecah dan meninggal di tempat.

Warga sekitar langsung bereaksi mendapati tindakan bapak 30 tahun itu. Warga langsung menangkap Jamaluddin, mengikat kedua tangan dan kakinya, serta menghadiahi bogem mentah.

"Perbuatan pelaku dilakukan di halaman rumahnya," kata Sukri, warga sekitar Kampung Bulu Bulu, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/5/2016).


Tindakan sadis itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Jamaludin kemudian diamankan di rumah kerabatnya yang tak jauh dari lokasi kejadian dengan tangan dan kaki terikat, sebelum jajaran Polsek Tamalanrea, Makassar, tiba.

"Sekarang sudah diamankan di Mapolsek, sepertinya pelaku dan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Sukri.

Dari keterangan yang dihimpun Liputan6.com, Jamaludin belakangan sering berbuat aneh dan diduga kuat ada kelainan jiwa sebelum melakukanĀ penganiayaanini.

"Sepertinya dia gangguan jiwa karena kelakuannya tiba-tiba saja," kata tetangga Jamaludin, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Motif Membanting

Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tamalanrea Makassar saat ini menginterogasi Jamaludin secara maraton, untuk mengungkap motif penganiayaan yang menyebabkan kematian anak kandungnya.

"Motifnya belum diketahui pasti, pelaku saat ini sedang proses interogasi di ruang Reskrim Polsek Tamalanrea," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalanrea Makassar Iptu Ahmad kepada Liputan6.com.

Namun di hadapan penyidik, Jamaludin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu, mengakui telah memukul kepala Alib menggunakan benda tumpul.

"Diduga pelaku memukul korban menggunakan tabung gas tiga kilogram, hingga korban meninggal dunia," kata Ahmad.

Sementara, Mardianah, kakak ipar Jamaludin mengatakan, awalnya ia bersama warga mencari Alib. Tiba di rumah Jamaludin, ia bersama warga menemukan bocah itu sudah meninggal, dengan luka menganga di kepalanya.

"Warga lalu menangkap pelaku dan mengikatnya serta membawa pelaku ke Mapolsek Tamalanrea," kata ibu rumah tangga ini saat ditemui di rumahnya, Jalan Kapasa Raya, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.