Sukses

Pencinta Onthel se-Indonesia Deklarasi Perang Narkoba

Liputan6.com, Banyumas - Sekitar 1.000 pencinta sepeda onthel dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam Kesatuan Onthel Indonesia (Kosti) menyatakan perang terhadap narkoba. Pernyataan ini ditandai dengan penandatangan spanduk "Gerakan Nasional Aksi Perangi Narkoba" sepanjang 20 meter.

Penandatangan spanduk yang dikemas dalam kegiatan Parade Onthel Satria 3 Tahun 2016 itu dilaksanakan di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (10/4/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setyawan mengajak seluruh komunitas onthel untuk bersama-sama memerangi narkoba. Polres Banyumas akan melakukan Operasi Berantas Sindikat Narkoba atau Operasi Bersinar sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia.

"Melalui kegiatan parade onthel ini yang mengajak kita untuk kembali kepada tempo dulu yang pada zaman itu masyarakat tidak mengenal narkoba, saya mengajak para pengontel untuk bersama-sama memerangi narkoba dan menciptakan generasi yang betul-betul bebas dari narkoba, yaitu generasi yang semangat, kreatif, dan energik," katanya, dilansir dari Antara.

Bupati Banyumas Achmad Husein juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat Banyumas untuk memerangi narkoba serta menjadikan momentum Parade Onthel Satria 3 sebagai ajang untuk menjalin kekompakan, menciptakan suasana gembira, bersemangat, dan berolahraga.

"Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mari melalui kegiatan Parade Onthel Satria 3 Tahun 2016 ini, kita ciptakan suasana yang kompak, gembira, semangat, dan berolahraga serta mari kita bersama-sama perangi narkoba agar generasi kita ke depan tidak lagi mengenal narkoba," ia menegaskan.

Panitia yang juga pengurus Kosti Banyumas Untung Sugiarto mengatakan bahwa Parade Onthel Satria 3 Tahun 2016 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-445 Kabupaten Banyumas.

Menurut dia, kegiatan tersebut diikuti sekitar seribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan, Bali, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya di Jawa Tengah.

"Mereka sudah berada di Purwokerto sejak Jumat. Sebagian dari mereka menginap di Baturaden untuk menikmati keindahan objek wisata alam itu dan beberapa peserta lainnya menginap di sejumlah hotel yang berada di Kota Purwokerto," katanya.

Selain menggelar kegiatan "gowes" keliling Kota Purwokerto berikut deklarasi perang narkoba, kata dia, pada hari Minggu (10/4) juga digelar pasar "klitikan" yang menjual sepeda onthel dan berbagai aksesori orisinal dari berbagai merek dan tahun pembuatan.