Sukses

Hukum Puasa bagi Orang yang Sudah Tua, Kenali Tips dan Ketentuannya

Liputan6.com, Jakarta Hukum puasa bagi orang yang sudah tua di bulan Ramadan ini perlu dipahami lagi. Menurut ajaran Islam puasa pada bulan Ramadan merupakan puasa yang wajib dilaksanakan selama 1 bulan penuh rahmat. Kewajiban berpuasa sudah tertuang jelas pada firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Puasa Ramadan hukumnya merupakan fardu (wajib) untuk Muslim dewasa. Namun, puasa Ramadan dapat tidak dilakukan jika seseorang mengalami halangan untuk melakukannya seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui atau menstruasi.

Hukum puasa bagi orang yang sudah tua memiliki beberapa ketentuan yang perlu kamu pahami. Walaupun boleh meninggalkan puasa bagi yang memiliki halangan tersebut, kamu tetap diharuskan untuk mengganti puasa tersebut pada hari-hari yang lain.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (21/4/2021) tentang hukum puasa bagi orang yang sudah tua.

2 dari 5 halaman

Hukum dan Ketentuan Puasa bagi Orang yang Sudah Tua

Salah satu syarat wajib puasa adalah kemampuan untuk melaksanakannya. Para ulama sepakat bahwa orang tua dengan kondisi tidak mampu berpuasa, dapat tidak berpuasa dan tidak ada qada baginya. Bagi orang tua yang tidak berpuasa ini, mereka cukup membayar fidyah sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan.

Pendapat ini merujuk pada firman Allah dalam QS. Al Baqarah ayat 184 yang artinya:

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al Baqarah: 184)

Selain itu, Imam Ibnu Qasim Al Ghazi di dalam kitab Fathul Qarib menyebutkan

“Orang tua, tua renta dan orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya jika masing-masing dari mereka tidak mampu berpuasa maka ia berbuka dan memberi makan (sebagai pengganti puasa) setiap harinya satu mud. Tidak boleh menyegerakan membayar denda mud tersebut sebelum Ramadan dan boleh (dibayarkan) setelah fajar (Ramadan) setiap harinya.”

Orang tua yang di maksud di sini yaitu orang lanjut usia yang sudah sangat renta, lemah, pikun dan tidak mampu dalam menjalankan puasa ramadan. Dan jika masih mampu dan tidak menyebabkan kekhawatiran terhadap kesehatan atau kondisinya, maka orang tersebut masih memiliki kewajiban untuk berpuasa.

3 dari 5 halaman

Cara Membayar Fidyah bagi Orang Tua

Dalam bahasa Arab kata “fidyah” adalah bentuk masdar dari kata dasar “fadaa”, yang artinya mengganti atau menebus. Adapun secara terminologis (istilah) fidyah adalah sejumlah harta benda dalam kadar tertentu yang wajib diberikan kepada fakir miskin sebagai ganti suatu ibadah yang telah ditinggalkan.

Orang tua yang tidak dapat melaksanakan puasa, diwajibkan untuk membayar fidyah. Fidyah boleh dibayar setiap hari di bulan Ramadan atau membayar satu kali, baik di awal atau di akhir bulan Ramadan. Fidyah tidak boleh dibayarkan sebelum Ramadan tiba.

Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj menjelaskan fidyah diserahkan kepada fakir miskin. Selain golongan ini, tidak boleh menerima fidyah. Jika diberikan selain kepada fakir miskin, maka tidak sah. Si pembayar wajib kembali membayar fidyah kepada fakir miskin.

Sementara terkait pembayarannya, Imam Ar Ramli dalam Fatawa Ar Ramli memberikan perincian mengenai hal ini. Cara membayar fidyah ada 3, yaitu:

1. Cara membayar fidyah di akhir Ramadan.

Semisal, orang tidak sanggup berpuasa dari awal sampai Ramadan hampir selesai. Cara membayar fidyah cukup dibayar sekali dengan jumlah sebagaimana puasa yang ditinggalkan.

2. Cara membayar fidyah setiap hari begitu tidak puasa.

Dianjurkan fidyah diberikan setelah terbit fajar. Misalnya, seseorang tidak bisa puasa di hari pertama Ramadan. Maka ketika terbit fajar pertama Ramadan, fidyah dibayarkan.

3. Cara membayar fidyah setelah Ramadan selesai.

Bisa dengan sekaligus atau dicicil setiap hari sampai lunas seperti puasa yang ditinggalkan.

Dalil-dalil yang kuat menunjukkan besarnya fidyah yang biasa diberikan kepada fakir miskin sekarang ini adalah 1 mud atau 0,6 Kg atau 3/4 liter beras untuk satu hari puasa. Fidyah boleh dilaksanakan dengan uang, jika sekiranya lebih bermanfaat.

4 dari 5 halaman

Tips Puasa Ramadan bagi Lansia

Bagi orang yang sudah tua atau lanjut usia, tapi masih sanggup untuk berpuasa tentu harus tetap melaksanakan ibadah wajib ini selama sebulan penuh. Agar puasa tetap lancar, lansia bisa menerapkan tips berikut saat melaksanakan puasa Ramadan:

Konsumsi Makanan Bergizi

Mengonsumsi makanan kaya nutrisi dapat membantu orang lanjut usia mendapatkan berbagai nutrisi seperti vitamin, mineral, karbohidrat, protein hingga lemak yang dibutuhkan tubuh. Makanan kaya nutrisi yang dapat dikonsumsi lansia saat puasa di antaranya, sayuran dan buah-buahan, susu rendah lemak, makanan berprotein tanpa lemak, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Selain itu, lansia juga harus membatasi makanan yang tinggi kalori, namun rendah nutrisi. Misalnya, tidak makan gorengan saat buka puasa dan tidak mengonsumsi makanan dan minuman manis mengandung gula.

Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Tips aman berpuasa untuk lansia berikutnya adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Hal ini biasanya cukup sering disepelekan oleh orang tua. Mereka tidak memperhatikan kondisi tubuh yang haus kekurangan mineral. Usahakan untuk minum delapan gelas atau 2 liter air setiap harinya. Mineral dan air juga bisa didapatkan dari minuman seperti jus, teh, sup, atau bahkan buah dan sayuran yang mengandung air.

Makan Makanan Berserat

Orang tua dianjurkan untuk selalu memenuhi kebutuhan serat setiap harinya. Hal ini karena serat pada tubuh sangat dibutuhkan untuk sistem pencernaan yang sehat. Untuk menghindari sembelit dan masalah pencernaan lainnya, sajikan makanan kaya serat pada setiap makanan sahur dan berbuka. Selain itu, serat larut sangat penting untuk menjaga kadar kolesterol sehat bagi para orangtua. Contohnya, orang tua bisa mengonsumsi bubur gandum, kacang-kacangan dan buah selama waktu sahur.

Konsumsi Suplemen

Saat orang tua puasa, mungkin sedikit lebih sulit untuk mendapatkan nutrisi, mengingat pola dan jam makan berubah. Tanyakan kepada dokter atau ahli gizi apakah harus mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral, seperti kalsium, vitamin D, magnesium, atau vitamin B-12. Vitamin- vitamin ini, kerap kali kurang terserap atau tidak cukup didapatkan oleh orang yang sudah lanjut usia.

5 dari 5 halaman

Tips Puasa Ramadan bagi Lansia

Berolahraga Secukupnya

Tips aman berpuasa untuk lansia berikutnya adalah tetap berolahraga, namun jangan berlebihan. Perhatikan olahraga yang akan dilakukan. Selalu lakukan olahraga yang ringan dan tidak berlebihan agar mencegah kelelahan saat berpuasa. Misalnya, jogging, jalan kaki atau meditasi.

Istirahat yang Teratur

Istirahat dengan teratur atau tidur yang cukup juga merupakan salah satu tips aman berpuasa untuk lansia. Lansia memerlukan porsi tidur dan beristirahat yang lebih banyak dibandingkan mereka yang masih muda dan remaja. Penting bagi para lansia untuk mendapatkan tidur cukup dan berkualitas, setidaknya 8 – 9 jam dalam sehari.

Tetap Bersosialisasi

Tips aman berpuasa untuk lansia berikutnya adalah dengan tetap bersosialisasi. Selain memenuhi kebutuhan fisik, kebutuhan dan kebahagian mental saat orang tua puasa juga harus dipenuhi. Hal ini tentunya untuk menghindari stres dan masalah kesehatan lainnya menyerang.

Melakukan interaksi sosial dengan sahur atau buka bersama bersama kerabat, ngabuburit bersama teman-teman lanjut usia, dan kegiatan lain yang bersifat sosialisasi akan sangat membantu lansia dalam berpuasa. Dengan adanya interaksi sosial, orang tua dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lancar dan tetap segar bugar.