Sukses

MUI: Donor Darah di Bulan Ramadan Tidak Batalkan Puasa

Liputan6.com, Jakarta Donor darah di bulan Ramadan dipastikan tidak membatalkan puasa. Hal ini diungkap Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta KH Zulfa Mustofa. 

"Hukum makruh pun hilang karena tingginya kebutuhan terhadap stok darah saat ini. Sehingga tidak apa-apa mendonorkan darah saat berpuasa," katanya di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020 dilansir Antara

Zulfa bahkan menganjurkan pendonor harus dalam keadaan sehat saat mendonorkan darahnya, sehingga tidak menyebabkan lemas berlebih.

"Boleh saja berdonor darah. Asalkan masih kuat (sehat) tidak mengganggu puasa," ujar Ketua Fatwa MUI ini. 

Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta utara bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara terus menggalakkan program donor darah. Hal ini dikarenakan kurangnya ketersediaan darah selama pandemi virus Corona atau Covid-19 di Tanah Air. 

Donor darah sukarela itu digelar di 31 kelurahan. Setiap kelurahan ditargetkan mendapatkan 50 pendonor atau kantong darah.

2 dari 3 halaman

Perhatikan 2 Hal Ini Saat Donor Darah

Menurut Dokter Reza Fahlevi dari situs Klik Dokter, hanya ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat donor darah ketika puasa. Berikut beberapa poinnya seperti dikutip Health Liputan6.com.

Reza, mengatakan, adapun waktu yang dianjurkan untuk donor darah saat puasa adalah pagi dan malam hari setelah buka. Sebab, tubuh tidak sedang kekurangan cairan. Sementara pada siang atau sore hari, cairan sudah banyak yang terbuang sehingga bisa berisiko pusing dan turunnya tekanan darah.

"Bagi wanita, donor darah selama menstruasi juga tidak dianjurkan," katanya.

Persiapkan diri sejak satu hari sebelumnya jika ingin donor darah, begitu saran dari Reza. Dengan memerhatikan asupan ketika sahur.

"Harus yang bernutrisi," katanya.

Jangan lupa untuk perbanyak minum air putih guna menjaga daya tahan tubuh dan kecukupan cairan tubuh selama tubuh.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: