Sukses

Cara Tubuh Detoks Alami saat Puasa 30 Hari

Liputan6.com, Jakarta Banyak yang telah mengakui manfaat berpuasa di bulan Ramadan. Selain bisa mendetoks tubuh, puasa juga dapat menjernihkan hati dan pikiran.

Tapi tak banyak yang tahu, apa yang terjadi pada tubuh ketika Anda berpuasa selama 30 hari. Lebih jelasnya, berikut beberapa gambarannya,seperti dikutip Ilmfeed:

Detoksifikasi Tahap 1 (Hari pertama dan kedua)

Pada hari pertama puasa, tingkat gula darah akan menurun, detak jantung melambat dan tekanan darah berkurang. Glikogen ditarik dari otot sehingga menyebabkan kelemahan. Gelombang pertama pembersihan diri biasanya terjadi. Beberapa orang terkadang mengalami sakit kepala, bau mulut, dan lidah terasa kaku.

 

2 dari 4 halaman

Detoksifikasi Tahap 2 (Hari ke-3 sampai 7)

Pada hari ketiga, lemak yang terdiri dari asam lemak diubah ataudipecah untuk melepaskan gliserol dari molekul gliceride dandikonversi menjadi glukosa. Itu sebabnya, pada waktu ini, kulit bisamenjadi berminyak. Bagi beberapa orang, kondisi ini bisa memicumunculnya jerawat.

Di sisi lain, sistem pencernaan yang biasanya bermasalah mulaimambaik. Sel darah putih dan aktivitas sistem kekebalan tubuhmeningkat. Organ dalam paru-paru, serta usus besar mulai membaik.

Tapi jangan heran kalau napas masih busuk dan lidah terasa berat karena dehidrasi ringan.

 

3 dari 4 halaman

Detoksifikasi Tahap 3 (Hari ke-8 sampai 15)

Puasa mulai terasa berenergi. Pikiran juga terasa lebih baik. JikaAnda meninggalkan junk-food selama puasa, maka kemampuan penyembuhanalami tubuh mulai terjadi.

Sejumlah proses penyembuhan juga terjadi. Bahkan zat yang mengiritasisaraf yang sebelumnya pernah terjadi karena cedera bisa pulih.

 

4 dari 4 halaman

Detoksifikasi Tahap 4 (Hari ke-16 sampai 30)

Ada lebih banyak energi dan kejernihan pikiran. Pada masa ini, organmulai membaik sehingga lidah mulai berwarna pink dan nafas segar.Setelah mekanisme detoksifikasi, tubuh bekerja pada kapasitas maksimummenggantikan jaringan yang rusak. Setelah hari 20, kebersihan pikiran juga terjadi. Semakin tingginya keseimbangan emosional maka memori dankonsentrasi juga kian meningkatkan.