Sukses

Bandrek dan Sirup Pala, Pilihan Minuman Berbuka ala Kota Bogor

Liputan6.com, Bogor - Bagi para pecinta minuman tradisional, patut mencoba yang satu ini. Kota ini kini memiliki minuman khas yang sepertinya cocok untuk sajian saat berbuka puasa. Minuman tersebut yakni bandrek dan jus pala.

Produk minuman keluaran Posdaya, Desa Dramaga, Kabupaten Bogor ini dijamin lezat dan menyehatkan. Itu karena proses pembuatannya telah diteliti para peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Ir Didah Nur Faridah Msi, Sedarnawati Yasni, dan Antin Suswantinah. 

Itu artinya proses peracikan minuman yang dilakukan para perajin industi rumahan di Bogor ini, telah melalui hasil pendampingan secara klinis dan dapat dijamin kualitasnya.

Kedua minuman dibuat dari bahan-bahan yang memang banyak ditemukan di Kota Bogor, seperti buah pala. Kesegaran buah-buahan dipadukan dengan rempah-rempahan membuat minuman ini, sepertinya tepat sebagai pilihan minuman berbuka puasa di Ramadan ini.

Keberadaan minuman ini dilatarbelakangi keharusan adanya penelitian pada industri rumahan yang memproduksi minuman fungsional untuk menerapkan cara produksi pangan yang baik (Good Manufacturing Practices/GMP), sehingga produk yang dihasilkan aman dan terjamin nilai fungsional produknya.

Selain itu kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk desa tersebut  penting dilakukan mengingat kedua mitra tersebut sangat membutuhkan pendampingan yang meliputi penyuluhan mengenai GMP, sanitasi, bahan tambahan pangan (BTP), manfaat kesehatan dari komponen bioaktif dalam rempah.

Selain itu juga proses produksi yang terstandardisasi, penentuan umur simpan  dan  pengembangan produk melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini. Penelitian meliputi proses-proses penggantian kemasan dan label.

Pendampingan proses produksi yang dilakukan pada produk olahan sirup pala adalah pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) proses produksi sehingga dapat menghemat waktu pembuatan dengan produk akhir berkualitas lebih baik yakni berwarna merah cerah dan aroma khas pala.

Selain memproduksi minuman, bahkan terdapat produk pengembangan dengan memanfaatkan ilmiah serat buah pala dari pembuatan sirup buah pala, yakni dodol pala.

Pada pendampingan proses produksi olahan bandrek instan, dilakukan melalui pembelian disc mill untuk menyeragamkan produk akhir.

Hasil pendugaan umur simpan bandrek instan dilakukan dengan menggunakan metode sorpsi isotermis adalah sekitar 344 hari. Pengembangan produknya adalah diversifikasi produk bandrek instan dengan mengganti gula aren dengan gula semut.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi katalis perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi  di masyarakat, peningkatan produktivitas mitra, dan peningkatan atensi akademisi terhadap usaha mikro.

(Bima/Nrm)

Loading