Sukses

Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran Ganggu Penerbangan Global

Serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran telah melumpuhkan lalu lintas udara global. Per 1 Maret 2026, wilayah udara Iran dan Irak ditutup sepenuhnya untuk penerbangan sipil menyusul eskalasi militer besar-besaran Amerika Serikat dan Israel. Ini menjadi gangguan terbesar terhadap transportasi udara global sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Ribuan penerbangan terpengaruh dan pusat-pusat penerbangan Timur Tengah yang sibuk, termasuk Dubai dan Doha, yang ditutup karena Iran bereaksi pasca serangan Amerika Serikat-Israel. Sejumlah otoritas Penerbangan Sipil Umum, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) atau General Civil Aviation Authority (GCAA) juga telah mengumumkan penutupan sementara sebagian wilayah udara, seiring meningkatnya aksi militer di Timur Tengah. Langkah ini sebagai tindakan pencegahan, untuk memastikan keselamatan penerbangan dan awak pesawat, penumpang, serta melindungi wilayah UEA. Langkah CGAA dilakukan bersamaan dengan penutupan wilayah udara sepenuhnya di Iran, Irak, Yordania, dan Israel. Sementara bandara-bandara seperti Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi, tetap beroperasi untuk layanan darat, namun jadwal penerbangannya fluktuatif.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini