4 Tokoh Pernah Dirayu Jadi Timses Jokowi dan Prabowo

Pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendekati tokoh-tokoh nasional untuk masuk dalam tim sukses.

Diterbitkan 13 September 2018, 08:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bakal calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung di Pilpres 2019, Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendekati tokoh-tokoh nasional untuk masuk dalam tim sukses.

Dari partai koalisi sampai pasangan capres dan cawapres, baik itu Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi tak segan turun langsung mengajak tokoh-tokoh ini untuk bergabung menjadi tim suksesnya di Pilpres 2019.

Ada yang langsung menolak ajakan tersebut, namun ada juga yang belum memberikan jawaban. Siapa aja mereka?

1. Gatot Nurmantyo

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo memberikan keterangan seusai bertemu Ketua MPR Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5). . (Liputan6.com/Johan Tallo)

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo disebut sudah masuk dalam barisan tim sukses (timses) pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Prabowo Subianto akan merasa senang jika mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo bergabung ke kubunya. "Saya belum jumpa. Tapi saya akan senang kalau beliau gabung," ujar Prabowo.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menuturkan, Gatot dijanjikan bakal diberi posisi terhormat di timses. Riza meyakini Gatot memiliki komitmen dan kesamaan cara pandang dengan Prabowo-Sandiaga. Karena itu dia berharap Gatot bisa benar-benar bergabung dengan koalisinya.

Sejauh ini, Gatot belum memberikan jawaban secara resmi. Namun mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo diklaim bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

2. Yenny Wahid

Tak hanya Gatot, nama Yenni Wahid juga dilobi agar mau masuk timses Prabowo-Sandi. Bahkan Sandiaga Uno yang mengajak langsung putri kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu.

"Saya bilang Mbak Yenny akan sangat bisa punya peran yang baik di tim kita kalau Mbak Yenny nya bersedia dan tidak memberatkan Mbak Yenny, tapi saya enggak mau memberatkan Mbak Yenny," Kata Sandi.

3. Din Syamsuddin

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengaku pernah diminta masuk sebagai tim sukses pasangan Jokowi-Ma'ruf. Bahkan ditawari posisi ketua tim kampanye nasional.

Tawaran itu disampaikan Jokowi melalui Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Teten Masduki dan Staf Khusus Presiden Ruhaini Dzuhayatin.

"Memang ada yang pernah ada menghubungi saya Pak Teten Masduki dan bu Ruhaini katanya membawa pesan presiden ingin dijadikan ketua timses nasional," kata Din di kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu 29 Agustus 2018.

Namun, waktu itu Din langsung menolak bergabung. Dia beralasan masih menjabat pengurus di Muhammadiyah. "Sekarang saya masih punya jabatan sebagai ketua ranting," kata Din.

4. Najwa Shihab

Jurnalis senior Najwa Shihab mengaku pernah ditawari menjadi salah kandidat Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

"Memang selama ini, ada berbagai tawaran," ucap Najwa Shihab kepada Liputan6.com, Jumat 7 September 2018.

Namun, Najwa menolak permintaaan tersebut lantaran tak ingin terjun ke dunia politik. Menurut Najwa, ida masih ingin fokus terlebih dahulu sebagai jurnalis.

"Pada semua pihak jawabnya selalu sama, saya belum ingin terjun ke dunia politik. Masih tetap di dunia jurnalistik dan sedang fokus membesarkan Narasi TV," tandas Najwa.

 

Reporter: Syifa Hanifah

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: