Ford Buka Peluang Bangun Pabrik di Indonesia, tapi..

RMA Indonesia sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Ford di Tanah Air, memastikan rencana pembangunan fasilitas perakitan lokal masih berada dalam tahap kajian

Diterbitkan 06 Mei 2026, 18:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - RMA Indonesia sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Ford di Tanah Air, memastikan rencana pembangunan fasilitas perakitan lokal masih berada dalam tahap kajian. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang, untuk memperkuat eksistensi merek asal Amerika Serikat ini di pasar otomotif nasional.

Country Manager RMA Group Indonesia, Toto Suharto mengatakan, pihaknya memiliki ambisi untuk melokalisasi produk melalui skema Completely Knocked Down (CKD).

Skema ini memungkinkan kendaraan dirakit di dalam negeri, yang berpotensi meningkatkan daya saing sekaligus efisiensi biaya.

"Saat ini kami terus melakukan studi terkait kemungkinan ini, dalam waktu dekat mungkin kita bisa sampaikan detail-detailnya seperti apa," kata Toto Suharto, disitat dari Antara, Rabu (6/5/2026).

Namun, keputusan untuk membangun pusat perakitan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Pihak RMA Indonesia sendiri masih mempertimbangkan berbagai aspek penting, mulai dari risiko investasi hingga kelayakan bisnis dalam jangka panjang.

Analisis tersebut tidak hanya mencakup Indonesia, tetapi juga peluang di negara lain sebagai bagian dari strategi global.

Investasi besar menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhitungkan secara matang. Pembangunan fasilitas produksi tentu membutuhkan dana signifikan, sehingga perusahaan harus memastikan potensi pasar mampu memberikan imbal balik yang sepadan.

"Saya kira salah satu keinginan ya, mungkin hampir semua brand juga (membangun pabrik). Ketika kita melakukan bisnis di Indonesia tentunya kita melihat potensi pasar juga. Ya, itu lagi kita kaji saat ini," jelas Toto.

Proses Panjang

Selain itu, pihak Ford RMA juga menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan ini tidak sederhana dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

"Jadi belum bisa kita share ke teman-teman semua, karena memang prosesnya cukup panjang ya. Ini kan menyangkut bisnis yang panjang juga ke depannya. Jadi kita tidak bisa memutuskan hanya dengan memperhatikan beberapa aspek," tukasnya.

Sebagai catatan, Ford sebelumnya sempat menghadapi tantangan berat di Indonesia hingga akhirnya memutuskan hengkang pada 2016.

Namun, pada 2022, merek ini kembali hadir melalui PT RMA Indonesia, dengan menghadirkan sejumlah model andalan seperti Mustang, serta lini kabin ganda dan SUV, yakni Ford Ranger dan Ford Everest.