Ilmuwan China Bikin Terobosan Baterai Mobil Listrik Lagi, Jarak Tempuh Digandakan

Sejumlah ilmuwan dari Tiongkok melaporkan temuan penting, yaitu baterai lithium dengan densitas energi mencapai 700 Wh/kg, hampir tiga kali lebih tinggi

Diterbitkan 04 Maret 2026, 04:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah ilmuwan dari Tiongkok melaporkan temuan penting, yang berpotensi mengubah cara kerja baterai mobil listrik. Sebuah makalah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature, 25 Februari 2026 mengungkapkan baterai lithium dengan densitas energi mencapai 700 Wh/kg, hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan baterai mobil listrik saat ini yang biasanya berada di kisaran 250 Wh/kg.

Tim peneliti Tiongkok ini sendiri, dipimpin oleh Profesor Zhao Qing dan Akademisi Chen Jun dari Nankai University, serta Li Yong dari Shanghai Institute of Space Power Sources.

Para peneliti ini, berhasil meningkatkan kinerja baterai dengan mengubah komponen cairan elektrolit yang selama ini digunakan.

Dalam desain konvensional, elektrolit memanfaatkan atom oksigen untuk membantu ion lithium bergerak, tetapi tim ini menggantinya dengan fluorine pada pelarut hidrokarbon terfluorinasi.

Perubahan ini membuat elektrolit menjadi lebih 'basah' dan cairannya berpindah lebih baik, sehingga energi bisa mengalir lebih cepat. Akibatnya, baterai tidak hanya lebih ringan, tetapi juga mampu mempertahankan kinerja tinggi bahkan di suhu ekstrem.

Dalam pengujian, baterai tetap memiliki densitas energi hampir 400 Wh/kg pada suhu sedingin -50 °C, yang masih lebih tinggi dari banyak baterai mobil listrik kelas atas pada suhu ruang.

Ilustrasi sederhana untuk memahami hal ini adalah membayangkan baterai seperti tangki bahan bakar, tangki dengan kapasitas lebih besar memungkinkan mobil berjalan lebih jauh sebelum perlu mengisi ulang.

Dengan peningkatan densitas energi yang signifikan, teknologi ini berpotensi membuat mobil listrik melaju jauh lebih lama tanpa perlu paket baterai yang sangat besar dan berat.

Menariknya, temuan ini juga menunjukkan bahwa baterai 'cair' tradisional masih memiliki ruang untuk berkembang, bahkan dibandingkan dengan baterai solid-state yang selama ini dianggap sebagai solusi masa depan.

Potensi Baterai Baru

Kebanyakan teknologi solid-state hanya mampu mencapai sekitar 500 Wh/kg, sehingga inovasi dari tim Tiongkok ini bisa menjadi alternatif yang menjanjikan jika mampu diproduksi massal.

Potensi aplikasi baterai dengan energi tinggi ini tidak hanya terbatas pada mobil listrik. Jika berhasil diimplementasikan dalam skala industri, teknologi ini juga bisa mendukung kendaraan komersial, robot berteknologi tinggi, bahkan perangkat untuk misi luar angkasa.

Meskipun saat ini angka 700 Wh/kg hanya menggambarkan performa sel baterai di laboratorium, peningkatan pada sistem baterai penuh diyakini akan tetap signifikan.

Â