Ungkap Teknologi Solid-State Baru, Dongfeng Siap Atasi Dua Masalah Besar Kendaraan Listrik

Produsen mobil Tiongkok, Dongfeng, menyatakan rencana agresifnya untuk baterai solid-state baru dan platform pengisian daya berkecepatan tinggi.

Diterbitkan 19 November 2025, 12:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mobil listrik pada konsumennya tentu ingin menawarkan yang terbaik, baik dari segi jarak tempuh hingga pengisian daya. Pasalnya, dua hal tersebut merupakan masalah terbesar bagi mobil listrik selama ini. 

Namun, produsen mobil Tiongkok, Dongfeng Motor, mengklaim hampir berhasil menyelesaikan kedua masalah besar tersebut. 

Dilansir dari laman Arenaev, pada Konferensi Baterai Daya Dunia 2025, perusahaan tersebut menyatakan rencana agresif untuk baterai solid-state baru dan platform pengisian daya berkecepatan tinggi yang sesuai. 

Intinya, Dongfeng menitikberatkan pada baterai solid-state barunya. Teknologi solid-state menghilangkan komponen cair (elektrolit) dan menggantinya dengan material padat. 

Dongfeng menyatakan telah menyelesaikan dan mengoperasikan lini produksi percontohan 0,2 GWh untuk sel-sel baru ini. Perusahaan menargetkan produksi massal dari baterai ini pada September 2026. 

Dengan kepadatan energi mencapai 350 Wh/kg, mobil yang menggunakan baterai ini dapat menempuh jangkauan hingga 1.000 km dengan sekali pengisian daya. 

Jika berasumsi pada efisiensi rata-rata kendaraan listrik, hanya sekitar 180 Wh/km, baterai tersebut akan memiliki kapasitas sekitar 180 kWh dan beratnya hanya sekitar 500 kg. 

Atasi Performa Turun Akibat Cuaca Ekstrem dan Tingkatkan Keamanan

Di samping jangkauannya yang impresif, baterai ini mengatasi juga dua kelemahan utama lainnya pada kendaraan listrik saat ini, yaitu performa dalam cuaca dingin ekstrem dan keamanan. 

Hal tersebut karena baterai Dongfeng menggunakan katoda terner berkapasitas tinggi, anoda silikon-karbon, dan elektrolit padat komposit oksida-polimer khusus. 

Terbukti dalam pengujiannya, baterai Dongfeng pada suhu beku -30 derajat celcius, mampu mempertahankan lebih dari 72 persen kapasitasnya. 

Ini merupakan peningkatan besar dibandingkan dengan baterai lainnya yang hanya mampu mempertahankan sekitar 60 persen kapasitasnya dalam kondisi serupa. 

Pengujian lainnya, yaitu mengenai uji keamanan termal. Sel tersebut lulus dalam uji kontak panas 170 derajat celcius, di mana dalam suhu tersebut menyebabkan baterai konvensional gagal berfungsi. 

Hal tersebut tentu menunjukkan baterai Dongfeng memberikan margin keamanan yang jauh lebih besar juga berada jauh di atas standar nasional Tiongkok, yang berada di 130 derajat celcius. 

Tahan Benturan

Dongfeng juga memperkenalkan  "platform Mach Ultra-kV" terbarunya. Sebuah arsitektur tegangan tinggi 1.200 V yang merupakan tulang punggung kendaraan listrik Dongfeng generasi berikutnya.

Tak hanya itu, ke depannya, Dongfeng juga menggunakan modul daya silikon karbida (SiC) 1.700 V yang dikembangkan secara mandiri. 

Melalui modul tersebut, nantinya mobil akan menetapkan energinya dan pengisian daya yang lebih cepat. Tak hanya itu platform ini juga dilengkapi dengan sistem penggerak koaksial berkecepatan tinggi. 

Dongfeng juga telah mengintegrasikan beberapa fitur keselamatan langsung ke dalam platform baru ini. Baterainya dirancang dengan ketahanan benturan 1.500 J untuk melindunginya saat terjadi tabrakan. 

Sistem ini juga mencakup peringatan dini thermal runaway 48 jam, yang memantau kesehatan baterai dan memberi peringatan kepada pengemudi jauh sebelum masalah terkait panas.