Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian besar pengemudi, kemudi mobil yang ringan dan mudah dikendalikan sering kali dianggap hal sepele, sampai suatu hari setir tiba-tiba terasa berat dan susah digerakkan. Itulah saat di mana sistem Power Steering mulai bermasalah. Padahal, komponen ini memiliki peran vital untuk membantu pengemudi dalam mengontrol arah mobil dengan lebih ringan, terutama saat parkir atau berbelok saat di kecepatan rendah.
Bayangkan ketika sedang melintasi jalanan yang padat di tengah kota atau mencoba memarkirkan kendaraan di area sempit, lalu setir terasa kaku dan sulit untuk digerakkan. Kondisi seperti ini bukan hanya membuat tidak nyaman, tapi juga dapat berpotensi membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lain.
Power Steering berfungsi mengurangi beban saat memutar setir dengan memanfaatkan tekanan hidrolik atau sistem elektrik. Namun, seperti komponen lain di kendaraan, Power Steering pun bisa mengalami kerusakan akibat usia, pemakaian, maupun perawatan yang kurang tepat.
Advertisement
Gejala paling umum ketika sistem ini bermasalah antara lain setir terasa berat dari biasanya, muncul suara mendengung atau berdecit saat memutar kemudi, hingga kebocoran pada Oli Power Steering yang ada di bawah kap mesin.
Bahkan, dalam beberapa kasus, setir terasa tidak stabil atau responsnya lambat saat mobil dikemudikan. Jika tanda-tanda tersebut muncul, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di bengkel sebelum kerusakan semakin parah dan biaya perbaikan membengkak.
Ciri-Ciri Power Steering Mulai Rusak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402172/original/010318800_1762239813-6ec05744-764c-4123-bdaa-e80188faf0d1.jpeg)
Ada beberapa hal yang bisa menjadi sinyal bahwa sistem kemudi mobilmu butuh perhatian ekstra.
- Setir terasa semakin berat terutama saat mobil melaju pelan atau saat sedang parkir. Hal ini bisa disebabkan oleh tekanan fluida hidrolik yang menurun atau pompa Power Steering yang mulai melemah.
- Muncul bunyi aneh seperti berdengung, mendesis, atau berdecit ketika kamu memutar setir. Suara ini biasanya berasal dari belt atau pompa yang aus dan perlu diganti.
- Adanya kebocoran cairan di bawah mobil. Jika kamu menemukan bercak oli berwarna merah muda atau cokelat di lantai, besar kemungkinan itu adalah cairan Power Steering yang bocor.
- Selain itu, respon kemudi yang tidak konsisten juga bisa menjadi tanda kerusakan sistem Elektrik Power Steering (EPS). Mobil terasa seperti “menolak” saat setir diputar, atau bahkan terasa terlalu ringan pada kecepatan tinggi. Semua gejala ini sebaiknya tidak diabaikan.
Advertisement
Penyebab Umum Kerusakan Power Steering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2237212/original/023971400_1528094710-Power_Steering_Fluid_service.jpg)
Dilansir Garasi.id, ada beberapa penyebab utama mengapa sistem Power Steering bisa rusak. Salah satunya adalah kebocoran Fluida Power Steering, baik karena seal yang aus maupun selang yang retak. Tanpa cairan yang cukup, sistem hidrolik tidak akan mampu memberikan tekanan yang dibutuhkan untuk membantu gerakan kemudi.
Penyebab lain yang cukup sering adalah kerusakan pada pompa Power Steering. Pompa ini bertugas menyalurkan tekanan fluida ke seluruh sistem. Jika komponennya aus atau tersumbat, tenaga bantu untuk kemudi akan berkurang. Selain itu, penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi juga bisa mempercepat kerusakan karena tidak mampu melumasi dengan baik.
Untuk sistem EPS, masalah sering terjadi pada motor elektrik atau sensor torsi. Kerusakan di bagian ini bisa menyebabkan sistem gagal membaca gaya putar setir dengan akurat, membuat pengendalian terasa berat atau justru terlalu ringan.
Cara Mencegah dan Mengatasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402173/original/083375200_1762239814-confident-beautiful-rear-view-attractive-young-woman-casual-wear-looking-her-shoulder-while-driving-car-girl-holding-hand-wheel-handle-car-safety-concept.jpg)
Kerusakan Power Steering sebenarnya bisa dicegah dengan perawatan sederhana.
- Rutin untuk periksa level cairan Power Steering minimal sebulan sekali. Pastikan volumenya cukup dan warnanya tidak berubah menjadi gelap. Jika berkurang, segera isi ulang sesuai jenis fluida yang direkomendasikan pabrikan.
- Perhatikan kondisi sabuk atau belt penggerak pompa. Jika sudah longgar atau mulai retak, segera ganti agar tidak terputus saat berkendara.
- Hindari memutar setir sampai mentok terlalu lama, karena hal ini bisa menimbulkan tekanan berlebih pada sistem hidrolik.
- Untuk mobil dengan sistem EPS, hindari mencuci ruang mesin dengan tekanan air tinggi, karena dapat merusak konektor atau sensor elektrik. Pastikan juga sistem kelistrikan selalu kering dan bersih.
Power Steering memang dirancang untuk membantu pengemudi mendapatkan kenyamanan maksimal, tapi tetap membutuhkan perhatian rutin agar tidak cepat rusak. Mengenali tanda-tanda awal dan melakukan perawatan ringan bisa mencegah kerusakan besar di kemudian hari.
Dengan memahami fungsi, ciri-ciri kerusakan, dan langkah pencegahannya, kamu tidak hanya menjaga performa mobil tetap prima, tapi juga memastikan keselamatan di setiap perjalanan. Jadi, jangan tunggu sampai setir terasa berat baru panik, lebih baik lakukan pemeriksaan sejak dini dan rawat kendaraanmu dengan baik.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3904834/original/ACg8ocJmk_eqTmXbiZVG8rRMkQkTJp58DxZ7ILm8APc3_bKPwPOeghA1%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/31/original/066230900_1744296913-me.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)