Mengintip Isi Garasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Pengganti Sri Mulyani

Purbaya Yudhi Sadewa telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagai Menteri Keuangan baru, menggantikan Sri Mulyani Indrawati

Diterbitkan 09 September 2025, 18:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Purbaya Yudhi Sadewa telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagai Menteri Keuangan baru, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Ekonom dan Insinyur kelahiran 7 juli 1964 ini, merupakan Ketua Dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain itu, menarik untuk diketahui, adalah harta kekayaan dari pria lulusan Institut Teknologi Bandung ini.

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disampaikan pada 11 Maret 2025 untuk periode 2024, Purbaya Yudhi Sadewa mencatat kekayaan Rp 39,21 miliar.

Lalu, untuk kendaraan yang dimilikinya sendiri, adalah:

1. MOBIL, MERCEDES BENZ SEDAN Tahun 2008, HASIL SENDIRI Rp 200.000.000

2. MOBIL, BMW JEEP Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp 1.600.000.000

3. MOBIL, TOYOTA ALPHARD MINIBUS Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp 1.000.000.000

4. MOTOR, YAMAHA XMAX BG6 AT Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp 55.000.000

5. MOBIL, PEUGEOT JEEP NEW 5008 Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp 730.000.000

6. MOTOR, HONDA VARIO 125 Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp 21.000.000

Selain itu, Purbaya juga memiliki harta bergerak lainnya, yaitu Rp 684.000.000

Sedangkan untuk harta lainnya, yaitu tanah dan bangunan senilai Rp 30,50 miliar.

Purbaya memiliki tiga unit tanah dan bangunan yang merupakan hasil sendiri dan terletak di Jakarta Selatan.

Surat berharga senilai Rp 220 juta, dan mengantongi kas dan setara kas senilai Rp 4,2 miliar.

Mengejar Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap pesan Presiden Prabowo Subianto. Utamanya, tentang upaya mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang optimal.

Purbaya mengaku baru mengetahui dia akan dilantik menjadi Menkeu menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Ada pesan dari Kepala Negara untuk mengerek pertumbuhan ekonomi.

"Pesan Presiden adalah mengembalikan arah ekonomi, ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, secepat mungkin. Itu yang akan kita kerjakan ke depan," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025).