Tesla Tergeser, Volkswagen Rebut Pasar Kendaraan Listrik di Eropa

Pasar kendaraan listrik (EV) di Eropa kini tengah mengalami transformasi besar.

Diterbitkan 11 Agustus 2025, 13:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kendaraan listrik (EV) di Eropa kini tengah mengalami transformasi besar. Penjualan mobil ramah lingkungan ini naik pesat, mencatat pertumbuhan 23% secara tahunan, dengan total 361.000 unit pada bulan Juni 2025.

Disitat dari ArenaEV, Senin (11/8/2025), penguasa pasar di Benua Biru ini juga berganti, dengan Tesla bergesar dan digantikan oleh Volkswagen dan BYD.

Pertumbuhan pasar EV sendiri, didorong dengan kebangkitan plug-in hybrid (PHEV), dengan penjualan naik hingga 40%, jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan hanya 16%.

Model-model yang digdaya, seperti contohnya, BYD Seal U versi PHEV, dengan harga mulai di bawah US$ 47.000, tenaga 217 hp, dengan jarak tempuh listrik sekitar 50 mil, dan memudahkan penggunanya berkendara harian.

Sementara itu, Tesla Model Y memang masih memimpin penjualan di Eropa pada Juni dengan 24.073 unit, menjadikannya EV terlaris. Namun, Tesla Model 3 justru menyusut tajam, dengan penjualan turun 48% dibanding tahun lalu, atau hanya terjual 10.807 unit.

Kondisi tersebut, membuat posisi Tesla sebagai pemimpin pasar diambil alih. Volkswagen kini menempati posisi pertama dengan 11,2% pangsa pasar, sedangkan Tesla turun ke urutan keempat dengan hanya 6,1%.

BMW dan Mercedes-Benz menguasai urutan kedua dan ketiga. Skoda juga mencuri perhatian, masuk jajaran tujuh besar, menandakan bahwa EV kini semakin merakyat di luar segmen premium.v Sedangkan BYD turut menguat dengan pangsa pasar mencapai 4,1%.

Tesla Hancur-Hancuran di Eropa

Selain itu, media global seperti El País dan MarketWatch melaporkan Tesla terpukul berat di pasar utama Eropa, dengan penjualan di Jerman dan Inggris turun drastis hingga lebih dari 50%, dan di Prancis turun 27 % hanya dalam satu bulan.

Bersamaan dengan itu, BYD melesat di beberapa pasar Eropa seperti Jerman dan Inggris, penjualannya meningkat drastis, dan menunjukkan pergeseran jelas dari Tesla ke merek-merek asal Tiongkok ini.