Sukses

Setelah VW Kodok, Kini Cina Jiplak Desain MINI Cooper

Liputan6.com, Jakarta - Cina memang dikenal sebagai negara yang keral meniru desain perusahaan besar. Tidak hanya sektor elektronik, tetapi, untuk sektor otomotif mereka juga kerap melakukan kloning beberapa model terkenal.

Setelah CAT, salah satu produsen Cina mengkloning Volkswagen Beetle, kini produsen otomotif Cina, Beijing Estech Technology Co., Ltd,, turut melakukan kloning model MINI Cooper dengan desain dan bentuk yang sama persis.

Dilansir Carnewschina, model yang belum dinamakan ini memang begitu identik dengan MINI Cooper. Mulai dari bagian depan, samping, dan belakang, semuanya dibuat begitu mirip bahkan sampai pemggunaan antena luar juga turut diaplikasikan.

Meski demikian, dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa perbedaan juga terdapat pada beberapa aspek, namun salah satunya mereka mengeklaim bodinya lebih mulus dan lebih ramping dari model aslinya.

Meski rekam jejak perusahaan tersebut masih terbilang baru, namun, dari informasi tersebut didapat bahwa untuk registrasi paten yang mereka ajukan berdasarkan dua perusahaan, yakni IAT Automobile Technology (IAT) dan pembuat mobil SUV kustom, Karlmann King.

Kloningan Mini Cooper ini, terlihat memiliki dimensi yang lebih besar dibandingkan dengan model aslinya. Bahkan, menurut informasi tersebut, kapasitas di dalamnya bisa menampung hingga empat orang.

Selain itu, untuk mobil Mini Cooper dari Cina ini juga telah dibekali dengan bateri motor listrik. Tentunya, hal ini merupakan sebuah hal yang memang kerap dilakukan oleh mereka dalam menyongsomg elektrifikasi di sektor otomotif.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Volkswagen Gandeng Perusahaan Cina untuk Produksi Mobil Listrik

Volkswagen Group Cina, telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan dua perusahaan Cina untuk memuluskan rencana mereka dalam memproduksi mobil listrik. Kedua perusahaan tersebut adalah Huayu Cobalt dan Tsingshan Holding Group yang nantinya akan membantu VW untuk urusan elektrifikasi.

Adapun hal yang bakal menjadi prioritas dalam kerjasama tersebut adalah untuk mewujudkan biaya yang lebih terjangkau dan menjamin pasokan bahan baku yang nantinya akan digunakan.

Selain itu, mereka juga akan membangun pasokan yang transparan dan berkelanjutan pada kemudian hari.

Melansir Autonews Gasgoo, ketiga perusahaan ini nantinya juga memiliki tujuan untuk menciptakan sinergi teknis di seluruh industri, di dalamnya juga termasuk untuk memproduksi bahan prekusor dan anoda.

Penggunaan komponen anoda ini merupakan salah satu hal yang penting pada baterai lithium-ion. Hal ini dikarenakan pada anoda tersebut akan menentukan kepadatan daya dan biaya baterai.

Menurut Volkswagen, dengan terjalinnya kolaborasi dengan dua perusahaan asal Cina ini, mereka ingin menekan biaya baterai sebesar 30 persen hingga 50 persen sambil meningkatkan kepadatan kekuatan baterainya.