Sukses

Begini Cara Mencegah Kerusakan Ban Mobil Versi Daihatsu

Liputan6.com, Jakarta - Ban menjadi salah satu komponen paling penting dari sebuah kendaraan. Menjadi satu-satunya bagian yang bersentuhan langsung dengan jalanan, karet bundar ini menjadi penentu keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.

Melihat pentingnya fungsi ban, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyelenggarakan workshop secara virtual dengan tema sebab-sebab kerusakan ban.

Melalui tema ini, pabrikan asal Jepang tersebut ingin berbagi seputar tips bagaimana menjaga kesehatan bagian kaki-kaki kendaraan, terutama pada geometri roda agar dapat mencegah kerusakan pada ban yang merupakan komponen vital sekaligus bertugas membuat kendaraan dapat terus berjalan dengan aman.

Secara fungsi, ban memiliki peran sebagai alat bantu kendali atau navigasi; suspensi untuk membantu meredam getaran, membantu cengkraman pengereman ke aspal, dan sebagai penerus daya dari mesin untuk menggerakkan kendaraan. Jenis ban juga beragam, namun secara umum, jenis yang biasa dijumpai adalah jenis ban bertipe Bias, dan Radial.

Pada keseharian, fenomena kerusakan ban sering kita temukan, mulai dari ban bergelombang (benjol), keretakan pada bidang ban, keausan pada salah satu bagian mulai dari bagian pinggir, tengah, maupun bagian dalam, hingga pada kejadian paling buruk yaitu ban meledak.

Penyebabnya juga beragam, mulai dari sisi geometri roda yang tidak sejajar, tekanan udara yang tidak tepat, melakukan rotasi ban yang tidak merata, pemilihan ban yang kurang berkualitas, hingga hal lain yang disebabkan oleh faktor eksternal.

Dari keseluruhan aspek yang mengakibatkan ban menjadi tidak berfungsi maksimal, dapat dicegah dengan melakukan pengecekan kualitas ban dan geometri roda pada kendaraan itu sendiri.

2 dari 4 halaman

Geometri

Secara teknis, geometri roda memiliki 3 jenis, seperti pada Camber, Caster, dan Toe. Pada Camber, sudut kemiringan roda terhadap garis vertikal roda tersebut. Pada dunia otomotif biasa disebut dengan negatif apabila ban miring keluar dengan tapak bagian dalam ban yang menyentuh aspal dan positif apabila ban miring ke dalam dengan tapak ban bagian luar menyentuh aspal.

Lain halnya dengan Caster, pada fenomena ini, biasanya dapat dapat terlihat dari sudut kemiringan pada sumbu putar kemudi antara komponen roda dengan shockbreaker bisa positif dan negatif.

Umumnya, untuk semua kendaraan menggunakan caster positif. Sedangkan pada jenis Toe, roda kendaraan dapat dilihat atau diukur selisih jarak kesejajarannya antara bagian depan roda depan (kiri dan kanan) dan bagian belakangnya disesuaikan dengan jenis kendaraannya. Hal ini diperlukan penyetelan untuk dapat mengurangi dampak oversteer dan understeer pada kendaraan.

Daihatsu juga berbagi tips untuk menjaga kondisi ban agar tetap terawat, mulai dari pengecekan tekanan angin secara berkala paling tidak seminggu sekali dan menjaga tekanan angin sesuai spesifikasi kendaraan; pengecekan kualitas fisik ban dari keretakan, selipan benda asing pada kembang ban; serta melihat kedalaman alur roda dan juga mencegah flat spot pada ban dengan menjalankan mobil paling tidak seminggu sekali walaupun dalam kondisi jarang digunakan; melakukan rotasi pada ban; serta menjaga kesejajaran geometri ban dengan melakukan spooring dan balancing di bengkel resmi Daihatsu terdekat pelanggan.

"Kami berharap, selain workshop ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang fungsi teknis pada kendaraan, juga dapat menerapkan perawatan pada fungsi ban tersebut agar kendaraan kesayangannya dapat tetap dalam kondisi aman dan prima," ujar Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT ADM.

3 dari 4 halaman

Infografis 5 Tips Cegah Covid-19 Saat Beraktivitas dengan Orang Lain

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: