Sukses

Jorge Lorenzo Gantikan Posisi Rossi yang Absen di MotoGP Aragon karena Positif Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Valentino Rossi dipastikan absen di MotoGP Aragon lantaran dirinya dinyatakan positif terpapar Corona Covid-19.  Situasi ini terang mengejutkan banyak pihak.

Setelah para teknisinya, virus tersebut kini menjangkiti sang pembalap. Rossi sendiri mengungkap bahwa dirinya memang merasa tidak fit kemarin (15/10).

Itu kenapa akhirnya dia putuskan untuk melakukan tes. Tidak hanya sekali ia menjalani PCR (polymerase chain reaction), melainkan sebanyak dua kali. Dan, hasilnya Rossi positif COVID-19.

"Pagi ini saat bangun tidur, saya merasa tidak baik (tidak enak badan). Tulang saya sakit dan agak demam. Jadi, segera saya menghubungi dokter yang mengetes saya sebanyak dua kali. Hasil tes PCR-nya negatif, seperti yang saya jalani pada Selasa. Tapi, tes setelah tes kedua dikirimkan sore jam 4 (waktu setempat), sayang sekali positif," ucap The Doctor melalui akun media sosial pribadinya.

Padahal menurut pembalap 41 tahun itu, dia selalu menjalankan protokol kesehatan pasca-MotoGP Prancis. Rossi mengatakan sudah melakukan isolasi mandiri sejak pulang dari Le Mans.

"Saya sangat kecewa harus melewatkan balapan di Aragon. Saya merasa optimis dan percaya diri. Ekspektasi saya pada laga kedua di Aragon pun saya tidak akan andil," katanya lagi.

Seperti diketahui, penyelenggara balapan sudah menetapkan Aragon untuk menjalani dua laga musim ini. Pertama dihelat Minggu ini dan dilanjutkan pekan berikutnya yakni 25 Oktober 2020.

Jika benar adanya, maka asa Rossi untuk menambah torehan poin mesti ditunda hingga putaran Valencia (Sirkuit Ricardo Tormo).

 

2 dari 3 halaman

Tidak Dalam Performa Terbaik

Saat ini pun sebenarnya dia sedang tidak dalam performa terbaik. Dari tiga putaran terakhir, Rossi tak bisa menyelesaikan balapan.

Pada laga di Prancis misalnya, sang juara dunia sembilan kali, terjatuh saat balapan belum tuntas satu lap. Alhasil, membuatnya terperosok ke urutan ke-13 klasemen sementara dengan bekalan 58 poin.

Ironinya lagi, penunggang Yamaha M1 dari Petronas Yamaha SRT (tim satelit), Fabio Quartararo bercokol di pucuk klasemen bersama bekalan 115 poin.

Ketidakhadirannya kali ini pun memupuskan misinya untuk memburu podium ke-200 di ajang balap Grand Prix (GP). Terlebih lagi, Rossi belum sekali pun memenangkan balapan semenjak Sirkuit Aragon ditunjuk sebagai tuan rumah, 2010 silam. Kendati begitu, beberapa kali pula ia naik podium.

Dalam statistik dia tercatat tiga kali menempati podium ketiga. Masing-masing dibukukan pada musim 2013, 2015 dan 2016.

"Saya sedih dan marah karena saya sudah melakukan yang terbaik untuk menghargai protokol. Tes saya Selasa lalu juga negatif," katanya. Walau begitu, inilah keadaannya. Saya tidak dapat melakukan apa-apa untuk mengubah situasi ini. Sekarang saya harus mengikuti saran medis dan berharap segera pulih," ucap pemilik nomor 46.

Ini berarti rekan setimnya, Maverick Vinales bakal membalap seorang diri untuk membela tim pabrikan. Namun, ada pula probabilitas Yamaha menunjuk jasa pembalap pengganti agar tetap bersaing di kategori pabrikan dan tim.

 

3 dari 3 halaman

Belum Diputuskan

Jika pun mereka mengambil langkah ini, tak lain dan bukan pastilah si pembalap uji, Jorge Lorenzo yang akan didaulat sebagai penunggang. Meski begitu, belum ada putusan dari pihak tim Garpu Tala.

"Ini adalah kabar yang sangat buruk bagi Valentino dan tim Monster Energy Yamaha MotoGP serta untuk semua penggemar MotoGP di seluruh dunia. Pertama dan terpenting, kami berharap Valentino tidak akan terlalu menderita dalam beberapa hari mendatang dan akan pulih sepenuhnya secepat mungkin. Kondisi ini juga menjadi pukulan kedua bagi operasional MotoGP kami setelah menghadapi ketidakhadiran Pemimpin Proyek, Sumi-san dan lima teknisi YMC di balapan Le Mans setelah satu anggota dinyatakan positif - meskipun untungnya sama sekali tidak menunjukkan gejala," ungkap Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing dalam rilis resmi tim.

"Kedua insiden ini mengingatkan kita bahwa tidak peduli seberapa berhati-hati Anda, risikonya selalu ada - seperti yang kita lihat dengan meningkatnya jumlah infeksi di Eropa saat ini. Kami telah memeriksa dengan otoritas kesehatan Italia dan kami telah diberi tahu bahwa setiap anggota tim kami yang melakukan kontak dengan Valentino hingga Senin tidak termasuk dalam risiko langsung. Namun demikian, kami akan lebih memperhatikan mulai sekarang untuk meminimalkan kemungkinan masalah ini datang di masa depan," Lin Jarvis memungkasi.

Sumber: Oto.com