Sukses

Terdampak Pandemi, Ini Strategi Adira Insurance Dongkrak Penjualan Premi Asuransi

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Corona Covid-19 mengakibatkan dampak buruk diberbagai sektor industri, termasuk otomotif. Perusahaan asuransi kendaraan bermotor yang berkaitan dengan sektor otomotif, seperti Adira Insurance pun turut terkena efeknya.

"Dengan turunnya penjualan mobil dan sepeda motor maka kebutuhan untuk asuransi kendaraan bermotor otomatis juga terganggu," terang Rismauli Silaban, Chief Technical Officer Adira Insurance dalam diskusi virtual bersama Forwot, Rabu (14/10/2020).

Menurut wanita yang karib disapa Uli itu, penjualan premi asuransi secara umum turun dibanding tahun sebelumnya.

"Buat seluruh industri, pandemi ini memang berdampak sangat signifikan. Di industri asuransi misalnya, di semester satu secara industri kami minus dibanding tahun lalu. Jadi pertumbuhannya negatif antara 8-9 persen," katanya.

Sejak status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan, tren penjualan kendaraan mulai merangkak naik. Kondisi inipun menjadi angin segar bagi pelaku asuransi kendaraan bermotor.

"Kabar baiknya, sejak Agustus penjualan mobil mulai membaik. Mungkin karena ada PSBB juga jadi orang agak takut naik angkutan umum jadinya diusahakan memiliki kendaraan pribadi, kalau enggak bisa roda empat ya roda dua," ujar Uli.

 

2 dari 3 halaman

Strategi

Disebutkan, guna meningkatkan penjualan premi asuransi kendaraan bermotor, Adira memanfaatkan layanan digital yang bisa diakses melalui situs resminya.

Pembelian melalui situs resmi untuk menghindari kontak langsung demi meminimalisasi penularan virus serta memberikan kenyamanan kepada pelanggan.

"Selain membeli asuransi melalui situs resmi Adira, bisa juga melalui beberapa agregator yang melakukan kerjasama dengan kami. Selain itu, Kami juga bekerja sama dengan dealer agar menawarkan asuransi kami kepada konsumen yang membelikan pembelian dengan sistem pembayaran tunai," tutup Uli.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: