Sukses

Canggih, AC Bugatti Sanggup Dinginkan Satu Ruangan Apartemen

Liputan6.com, Jakarta - Sistem pendingin udara untuk kendaraan atau air conditioner (AC) mungkin terdengar seperti hal yang sederhana untuk dikembangkan. Dalam sejarahnya, AC mobil digunakan pada 1933, dan hingga saat ini tidak ada pengembangan yang luar biasa terhadap komponen tersebut.

Namun, tidak bagi Bugatti dan perancang sistem pendinginnya, Juie Lemke.

Melansir Motor1, Lemke menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam pemasangan AC untuk Bugatti adalah setiap orang memiliki suhu optimal sendiri.

Hal tersebut memastikan jika AC bekerja dengan cepat dan tanpa suara. Jadi, penting untuk AC bekerja dengan suara senyap dan tidak disadari penumpang jika sudah benar-benar nyaman.

Tantangan lainnya, adalah kecepatan. Pasalnya, Bugatti khususnya model seperti Chiron, Divo, dan Chiron Pur Sport memiliki kecepatan yang luar biasa, dan penggunaan AC sepertinya berbeda dengan konvensional.

Selain itu, kaca depan Bugatti memiliki bentuk hampir datar, sekitar 21,5 derajat dibanding mobil konvensional yang 30 derajat. Ini tentu saja menambah lebih banyak panas matahari yang masuk ke kabin, dan belum lagi opsi Sky View yang populer di mobil Bugatti.

Mengatasi hal ini, Lemke mengatakan bahwa kompresor AC Bugatti memiliki kapasitas pendingin hingga 10 kilowatt. Dan itu, cukup untuk mendinginkan ruang apartemen di Eropa yang berukuran 80 meter persegi.

2 dari 4 halaman

Cara Bugatti Berusaha Tetap Produktif Selama Pandemi Corona Covid-19

Bekerja dari rumah menjadi hal normal untuk tetap produktif selama pandemi Corona Covid-19 terjadi. Hal ini dilakukan untuk mencegah virus menyebar lebih luas. Bugatti membuktikannya.

Tetap tinggal di dalam rumah dan menjaga jarak dengan orang lain mengharuskan perusahaan mobil mewah Bugatti menghentikan produksi kendaraan. Meski demikian, karyawan yang berada di rumah justru diberikan tugas untuk mengembangkan produk.

Telah menangguhkan produksi Chiron dan Divo, perusahaan mobil mewah itu terus mengembangkan produk ke arah yang lebih baik.

"Meskipun kami tidak bekerja di kantor saat ini, kami terus mengembangkan kendaraan lebih jauh dan mengemudi beberapa kilometer di lokasi pengujian dan di jalan umum. Ini berarti kami masih berada di jadwal," kata Lars Fischer, Head of Chassis Testing and Application Bugati seperti dilansir Car and Bike.

 

3 dari 4 halaman

Hasil Maksimal

Dengan dua penanggung jawab, test drive Chiron atau Divo diharapkan mampu terus dikembangkan dan mendapat hasil yang lebih maksimal.

"Karena kami selalu menjaga jarak aman yang direkomendasikan dari kolega kami dan ini tidak mungkin di dalam mobil, kami saat ini mengemudi sendiri," ujar Chassis Setup Engineer Bugatti, Sven Bohnhorst.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: